Home » Berita

Posisi Kurikulum dalam Menghadapi Tantangan MEA

04/05/2016

Makassar – Belmawa.  “Indonesia tidak perlu khawatir dengan adanya MEA. Karena Indonesia mempunyai potensi yang besar ditinjau dari segi manapun, disamping sumber daya alam yang kaya dan luas, dan yang terutama adalah jumlah penduduk yang banyak dibandingkan dengan ke-9 negara ASEAN lainnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.  Demikian disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Sutrisna Wibawa, dalam orasi ilmiahnya di depan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), dan para undangan lainnya.  Dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),  tidak hanya untuk arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga membuka pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, guru, dan lainnya.

Untuk itu, hal yang penting yang  harus dilakukan adalah mempersiapkan diri kita dan potensi yang ada untuk menghadapi MEA itu sendiri. UNM sudah punya “senjata” itu, yaitu adanya program kelas internasional bagi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), UNM dan pendidikan berbasis informasi dan teknologi (IT). Selain itu, melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Pemerintah melalui Ditjen. Belmawa akan memperbaiki sistem peringkat hingga pada saatnya guru-guru dari manapun termasuk dari negara ASEAN lainnya akan mendapat penghasilan yang sama. “Diharapkan dari seminar ini dapat mengeluarkan rekomendasi untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) untuk peningkatan guru-guru sekolah dasar”, demikian Prof. Sutrisna.

Mega UNM1revAcara Seminar Pendidikan Nasional tersebut adalah dalam rangka kegiatan Wisata Pendidikan Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 1 – 6 Mei 2016. Wisata Pendidikan Nasional merupakan kegiatan tahunan perguruan tinggi, yang pada tahun ini penyelenggaraannya bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2016. UNM telah mempersiapkan serangkaian acara untuk kegiatan ini, yaitu Lomba Debat dalam Bahasa Indonesia, Lomba Debat dalam Bahasa Inggris, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Cerdas Cermat Ssekolah Dasar (SD) se-kota Makassar, dan lomba permainan lainnya, seperti monopoli, engrang, bola bekel, halma, dan permainan “jaman dahulu” lainnya. Tidak lupa pula penyelenggaraan pameran dengan 16 stand, dari berbagai produk, makanan, minuman, serta produk kesehatan lainnya. Kegiatan Wisata Pendidikan ini diikuti oleh 97 orang delegasi dari 17 perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian pada tgl. 2 Mei 2016, bertempat di lapangan upacara juga akan dilaksanakan upacara pengibaran bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional, diiringi oleh drumband dari PGSD.

Dalam laporan dan sambutannya, Ketua Program Studi PGSD, FIP UNM, Ahmad Syawaluddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para pembicara, dan delegasi yang hadir sehingga dapat memeriahkan kegiatan tersebut. Dijelaskan pula bahwa acara dimaksud dalam rangka meningkatkan kompetensi calon guru SD untuk saling berinteraksi dengan calon guru yang berasal dari daerah lainnya. Disamping permainan dan lomba yang diselenggarakan, juga diadakan seminar dan workshop guru se-Sulawesi Selatan yang tujuannya untuk meningkatkan profesi guru itu sendiri.

Sebelumnya, dalam pembukaan seminar internasional yang mengusung tema “Posisi Kurikulum dalam Menghadapi MEA” ini, Rektor UNM menyampaikan bahwa UNM telah melakukan terobosan dengan menerima pertukaran mahasiswa Thailand untuk belajar di UNM. Ia terkesan dengan kesantunan dan bagaimana cara berbicara yang sopan dari para mahasiswa Thailand tersebut. Diharapkan demikian juga, kiranya bangsa lain dapat terkesan dengan keberadaan kita. Untuk itu kiranya perlu terobosan pada kurikulum yang akan diajarkan, agar lulusan/generasi muda Indonesia siap menghadapi MEA. (MG/Editor/HKLI)