Home » Berita

Membangun Wirausaha Muda Dimulai dari Perguruan Tinggi

03/05/2016

Jambi – Belmawa.  Pengembangan kewirausahaan dipandang sebagai langkah strategis dalam upaya turut mengatasi permasalahan ekonomi bangsa. Pertumbuhan ekonomi digerakkan oleh adanya aktifitas ekonomi yang dijalankan oleh kalangan dunia usaha. Namun demikian, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif sedikit, yaitu 1,65% dari penduduk Indonesia (Republika.co.id, 2015). Oleh karena itu masih diperlukan tambahan pengusaha yang signifikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sosial.

Dosen merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan di perguruan Tinggi (PT). Nilai-nilai kewirausahaan dapat ditransfer kepada mahasiswa melalui berbagai aktifitas belajar-mengajar. Dosen mempunyai potensi untuk membangkitkan dan mengembangkan wirausaha di berbagai aktifitas penelitian sehingga dapat membangkitkan usaha melalui pengembangan hasil penelitian, pemanfaatan laboratorium dan workshop, pemanfaatan laboratorium lapangan dan lain-lain, sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dengan demikian akan berkembang wirausaha-wirausaha dari PT berbasis iptek. Dosen yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akan dapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan wirausaha baru.

Pemerintah melalui Ditjen. Belmawa, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempunyai program untuk mengadakan pelatihan bagi para dosen sehingga siap menjadi pendamping wirausaha mahasiswa. Setelah mengikuti program ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan dosen tentang pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan serta mampu mengisi dan mengembangkan program-program kewirausahaan.

bu-mega-jambiPelatihan Dosen Pendampingan Wirausaha Mahasiswa diselenggarakan di Jambi, pada 28 – 30 April 2016 dengan menghadirkan pembicara dari berbagai PT dan juga dari institusi lain  yaitu Dr. Rimbawan – Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Asep Mulyana – Universitas Padjajaran, Prof. Saryono – Universitas Riau, Dr. Adik Sudarsono – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Gendro Salim, seorang pebisnis yang berhasil di bidangnya. Para pembicara membagikan pengalaman dan menyampaikan komitmennya ingin mengajak para mahasiswa untuk menjadi wirausahawan agar perekonomian Indonesia lebih maju. Topik-topik yang dikemukakan mencerahkan para peserta dan menjadikan mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap hal-hal baru dalam dunia wirausaha. Topik tersebut antara lain bagaimana menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa, karakteristik dan proses tumbuh-kembangnya suatu usaha, membangun ekosistem kewirausahaan di PT, Entrepreneurship Coaching: membentuk karakter pendamping kewirausahaan yang handal, serta proses inovasi dan HaKI dalam perspektif pasar.

Menurut Ismet Yusputra, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan, Direktorat Kemahasiswaan, Ditjen. Belmawa, pelatihan ini akan diselenggarakan secara merata di seluruh PT, yaitu di kota Batam, Bengkulu, Semarang, Banda Aceh, Banjarmasin, Lombok, Manado, Jayapura dan Banten. Setelah mengikuti program ini diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan dosen dalam pengetahuan dan pemahaman program kewirausahaan yang telah ada seperti Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Produktivitas Nasional (P2KPN), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Sinergi Business Intellectual and Government (BIG), Program Co-op, Program Iptek bagi Inovasi dan Kreativitas Pemula Berbasis Teknologi yang berperan dalam proses percepatan lahirnya wirausaha baru berbasis iptek dalam mendukung Knowledge Economic Based. (MG/Editor/HKLI)