Home » Berita

Workshop Penyusunan KPT Mengacu SN Dikti dan Berorientasi KKNI di Perguruan Tinggi Wilayah Kopertis VIII

29/04/2016

Bali – Ditjen. Belmawa. Pada tahun 2016 ini, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan dan penerapan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) di Perguruan Tinggi (PT). Penerapan KPT tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di dunia industri. Hal ini sesuai dengan Pasal 35 Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mengamanatkan bahwa KPT merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang  digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Kurikulum dikembangkan perguruan tinggi berdasarkan Sistem Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) untuk setiap program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia dan keterampilan.

Bertempat di Hotel Grand Mega Bali pada tgl. 22 – 23 April 2016 telah diselenggarakan Workshop Penyusunan KPT tahap kedua yang diikuti oleh 100 PT dari akademik dan vokasi, serta profesi sebagai tim pengembangan kurikulum PT. Workshop dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya penerapan KPT di PT dan sebagai tindaklanjut workshop-workshop sebelumnya. Workshop dibuka oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. I Nengah Dasi Astawa, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara penyusunan kurikulum ini sangat membantu dalam mengembangkan kompetensi para dosen penyusun kurikulum di PT masing-masing, dan diharapkan para peserta workshop dapat menularkan pengetahuannya kepada para dosen lain yang tidak dapat hadir pada workshop. Direktur Pembelajaran, Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan dan persaingan global, ratifikasi Indonesia di berbagai konvensi internasional serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka penerapan kurikulum dan Capaian Pembelajaran berbasis Kerangka Kualifikasi  Nasional Indonesia harus segera dilaksanakan, dan diharapkan lulusan perguruan tinggi menjadi lulusan yang berilmu dan beradab.

Hasil dari workshop ini diharapkan agar peserta dapat menerapkan kurikulum yang mengacu SN Dikti dan berorientasi KKNI. Ditjen. Belmawa akan lebih intensif melakukan sosialisasi dan diseminasi serta pelatihan secara berkelanjutan, dan menyusun panduan ringkas tentang penyusunan KPT, CP serta penilainnya. Dari hasil penyusunan KPT dan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) oleh peserta akan dilakukan penilaian oleh TIM Pengembang Kurikulum guna memilih beberapa rancangan terbaik untuk dijadikan contoh/model.

Picture1

Workshop ini sebagai pengayaan dari para tim pengembang kurikulum menyampaikan topik Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester, dan Strategi Pembelajaran, serta Format Contoh Penyusunan RPS mengacu pada SN Dikti, juga dilanjutkan dengan diskusi yang cukup interaktif. Setelah para peserta mendapatkan pengetahuan tentang sistematika penyusunan kurikulum PT, maka dilanjutkan dengan sesi menyusun dan menyajikan kurikulum masing-masing program studi para peserta. (EM/Dibela/Editor).