Home » Berita

Uji Kompetensi Nasional Progam Pendidikan D3 Keperawatan untuk ProfesionalitasTenaga Perawat

19/04/2016

Sabtu 16 April 2016, mahasiswa dan lulusan program D3 keperawatan telah mengikuti   Uji kompetensi (UK) Nasional yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. “Alhamdulillah ujian kompetensi D3 Keperawatan berlangsung secara nasional dengan aman dan tertib, sebanyak 16,556 peserta ikut dalam ujian kali ini, yang berasal dari 416 institusi pendidikan,  dengan metode ujian Paper Based Test (PBT) karena masih banyak institusi pendidikan yang belum siap dengan computer.  Tentunya,  kita berharap bahwa tingkat kelulusan akan naik,  karena upaya sosialisasi dan try out telah difasilitasi oleh ditjen belmawa” terang  Prof. Dr. Aris Junaedi, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemenristekdikti.

UNUSA SBYSalah satu tempat UK Nasional Perawat tahun ini adalah Universitas Nadhotul Ulama Surabaya (UNUSA).  Dekan  Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Yanis Kartini SKM, M.Kep  ketika ditanya tentang UKOM Perawat  mengatakan,”Alhamdulillah, UNUSA ditunjuk Pemerintah  untuk menyelenggarakan UKOM Perawat di regional 6 jawa Timur untuk Kota Surabaya.  Ujian berlangsung, sesuai dengan SOP, mudah-mudahan mereka lulus semua sehingga menjadi tenaga perawat yang professional”.   Yanis menambahkan bahwa dalam UKOM Perawat kali ini ada 7 (tujuh)  Perguruan tinggi yang ikut, yaitu UNUSA,  STIKES Hang Tuah, STIKES Artha Bodhi Iswara, Poltekes Kemenkes Malang, Akper Rumkit Tingkat II Manado, STIKES ST Vincentius A Paulo Surabaya dan STIKES Bethesda. Yanis juga menambahkan untuk peningkatan kualitas lulusan, kita berusaha memenuhi komponen SDM, INPUT (Mahasiswa) dan Sarana Prasarana. Dengan adanya  2 rumah sakit RSI Ahmad Yani dan RSI Jemur Sari ini dapat menunjang kompetensi mahasiswa dalam belajar di UNUSA”.

Sesuai dengan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), permintaan tenaga perawat untuk bekerja di luar negeri selama tahun 2010-2014 adalah sebanyak 15.431 orang. Dari jumlah tersebut baru terpenuhi sebesar 36, 5%.  Sementara itu, dari jumlah produksi perawat tahun 2014, diperkirakan sebesar 60% diantaranya didayagunakan di dalam negeri, 5% di luar negeri dan sisanya bekerja di luar kompetensi. Dengan demikian, masih diperlukan kerja keras untuk meningkatkan pendayagunaan tenaga perawat ke luar negeri dengan tetap memperhatikan kebutuhan di dalam negeri.

Berdasarkan Undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, dijelaskan bahwa pendayagunaan tenaga kesehatan luar negeri dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia dan peluang kerja bagi tenaga kesehatan warga negara Indonesia di luar negeri. Sehingga, pendayagunaan perawat ke luar negeri ini merupakan kebijakan alternatif dalam rangka optimalisasi pemanfaatan perawat yang menjunjung azas saling menguntungkan, baik antara Indonesia dan negara lain yang menjadi mitra, maupun antara perawat Indonesia dengan pihak yang mendayagunakannya.

Retno Sumarni, Kasubdit Penjaminan Mutu ketika dimintai keterangan terkait UKOM Perawat menyampaikan bahwa “ Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristek Dikti memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu uji kompetensi nasional. Subtansi ujian, soal, sumberdaya dan system kelembagaan penyelengara ujian akan ditingkatkan secara berkesinambungan agar tenaga kesehatan seperti perawat yang sangat dibutuhkan di dalam dan luar negeri dapat lebih mudah mendapat kesetaraan pengakuan diluar negeri. Untuk itu, diperlukan kerjasama dari berbagai elemen seperti organisasi profesi dan asosiasi perguruan tinggi untuk mempercepat peningkatan mutu uji kompetensi nasional. Masih menurut Retno bahwa  Tren jumlah peserta dari tahun ketahun cenderung naik. Sementara, tingkat kelulusan uji komptensi cenderung masih fluktuatif. Prosentase lulusan terendah untuk ketiga jenis program studi terjadi pada periode I tahun 2015 yaitu 29,49% untuk diploma III keperawatan, Pada periode II tahun 2015 terjadi kenaikan prosentase kelulusan menjadi 64,38 %.  (AS/HKLI/editor:Febi)