Home » Berita

Mencerdaskan Indonesia Melalui Wujud Karya Nyata Pengabdian Alumni PPG SM3T Wilayah Sumatera Utara

18/04/2016

Medan – Belmawa.   Pertemuan alumni Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) se Wilayah Sumatera Utara telah diselenggarakan  di Aula Rektorat Universitas Negeri Medan (Unimed) pada 12 April 2016. Acara ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Yayasan Masyarakat SM3T Institut. Selain sebagai kegiatan jejaring (network) antar alumni, acara ini dimaksudkan juga untuk menghimpun dan menyebarkan informasi penting berkaitan dengan kegiatan alumni bahkan dengan penerimaaan PNS.

Pertemuan dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan alumni peserta pendidikan profesi guru SM3T dari tiap-tiap kabupaten daerah Sumatera Utara. Sebelum acara, seluruh peserta mendoakan Darwis, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM3T IV asal Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri Makassar yang telah berpulang ke rahmatullah. Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Henri Tambunan, perwakilan dari Direktorat Pembelajaran, Ditjen. Belmawa, Kemenristekdikti yang memberikan penguatan kepada alumni agar tetap setia menjaga semangat dan marwah SM3T untuk mencerdaskan Indonesia dengan terus berkarya dimana pun berada. “Jangan sampai ada alumni dimanapun alumni berada yang tertinggal informasi penting, khususnya menyangkut penerimaan PNS”. “Ditjen. Belmawa sangat terbuka bagi komunikasi untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran maupun masukan-masukan yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan profesi guru yang lebih ideal ke depannya”.

Akhiruddin, Koordinator Yayasan Masyarakat SM3T Institut selanjutnya memberikan informasi awal mengenai perkembangan penyiapan penerimaan Guru Garis Depan (GGD) Tahap II. Dijelaskan bahwa penyiapan seleksi penerimaan program ini tinggal menunggu keputusan formasi resmi dari Kemenpan-RB, semua rancangan agenda telah dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mulai dari penyiapan validasi data potensi, lokasi tes, kegiatan pelaksanaan seleksi, penetapan kelulusan beserta NIP dan SK CPNS sampai kepada pemberangkatan pengabdian nantinya.  “Silakan sahabat sekalian untuk bisa membangun komunikasi dengan sesama alumni dan mengaplikasikan ide-ide kreatif dan konstruktif dalam bentuk karya nyata di dalamnya” tutur Akhiruddin.

Hal lain terkait inisiasi pembuatan buku mozaik perjalanan SM3T dan PPG SM3T 2016 sementara ini sedang dalam proses penghimpunan tulisan. Buku ini akan berisi catatan dan dokumentasi perjalanan peserta, dimulai dari pengalaman sebelum menjadi peserta SM3T, menjadi peserta SM3T, transisi menunggu PPG SM3T, menjalani PPG SM3T, hingga beraktivitas menjadi alumni PPG SM3T. Tulisan-tulisan yang terkumpul nantinya diharapkan bisa menjadi buku bacaan edukatif yang dapat memberikan inspirasi kepada khalayak tentang wawasan ke-Indonesia-an serta pola penyiapan guru masa depan bangsa. “Saya tidak bisa membayangkan Indonesia ke depan tanpa kalian (SM3T), orang-orang yang telah menantang banyak hal bahkan mempertaruhkan hidup untuk menggemakan kesetaraan pelayanan pendidikan Indonesia hingga ke pelosok negeri. Kalian adalah generasi pendidik masa depan yang telah mendapatkan pengalaman Indonesia secara nyata melalui pengabdian sebagai peserta SM3T, untuk itu jangan biarkan hal itu hanya menjadi kenangan yang tersimpan. Biarkan semua orang semakin menjadi Indonesia dengan membaca kisah-kisah inspiratif kalian” tutur Akhiruddin tentang buku mozaik tersebut.

Bayu Andika, alumni PPG SM3T berbagi informasi dan bertanya tentang keberlanjutan seleksi penerimaan GGD yang untuk saat ini sudah memasuki penerimaan tahap kedua. Agar kiranya dapat dipikirkan bersama bagaimana program penyerapannya secara berkesinambungan mengingat SM3T yang menjadi rintisan program Dikti ini telah sampai pada 5 angkatan. Jekson Sitorus, alumni lainnya berbagi informasi mengenai kesiapan alumni SM3T di daerah asal mereka untuk ikut serta berpartisipasi aktif memberikan kontribusi dalam pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan. Ditambahkannya lagi, alumni di daerah asal pun sangat siap untuk menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Pusat demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik. “Kami telah ditempa selama satu tahun penuh di daerah 3T dengan semua suka duka dan tantangan di dalamnya. Paling tidak kami pun telah punya bekal untuk menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Pusat dalam pembangunan daerah-daerah yang masuk kategori tertinggal di daerah kami masing-masing” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Henri Tambunan  dari Ditjen. Belmawa menyampaikan bahwa pada prinsipnya, segala ide dan program alumni akan didukung oleh Kemenristekdikti tetapi juga harus tetap dikoordinasikan dan dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah setempat. Sementara itu, Akhiruddin mengatakan bahwa untuk saat ini, fokus utama dari Tim Adhoc Yayasan Masyarakat SM3T Institute adalah penggiatan SM3T Peduli, penyelesaian Buku Mozaik SM3T dan PPG SM3T, serta penyiapan seleksi penerimaan GGD Tahap II, terutama kaitannya dengan pelengkapan database potensi alumni. Pertemuan ditutup oleh Zulkifli Matondang, Pengelola PPG SM3T IV Unimed dengan harapan  kiranya semua alumni tetap saling menjalin komunikasi dan menjaga marwah SM3T untuk maju bersama mencerdaskan Indonesia. (HT/Editor/HKLI).