Home » Berita

Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dorong Inklusi Kesadaran Perpajakan Pada Mata Kuliah Wajib Umum Di Perguruan Tinggi

18/04/2016

Jakarta – Belmawa.  Dalam rangka peningkatan kesadaran pajak, Kementerian Keuangan telah melakukan MoU dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dilanjutkan dengan  penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pajak dengan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang memuat  masukan (inklusi) kesadaran pajak kedalam mata kuliah wajib umum (MKWU) di pendidikan tinggi.

Sebagai tindak lanjut penanda tanganan PKS tersebut juga telah dilakukan Workshop Inklusi kesadaran perpajakan pada MKWU pendidikan tinggi di Bogor. Kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Jakarta pada Kamis, 14 April 2016.  Workshop ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Indonesia untuk patuh membayar pajak yang masih minim.  Salah satu sebabnya adalah  pengetahuan mengenai pajak yang diperoleh masyarakat belum optimal. Dari sekitar 249 juta penduduk Indonesia, ada 27,6 juta wajib pajak terdaftar tapi itu pun belum seluruhnya membayar pajak sesuai ketentuan.

bu paris dengan perwakilan pajakPariistiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Belmawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka menginklusikan kesadaran perpajakan kedalam MKWU ( Pancasila, PKn, Bahasa Indonesia dan Agama) harus sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 tentang SN Dikti, dan diharapkan dengan adanya pengembangan MKWU tersebut dapat meningkatkan kesadaran perpajakan, rasa cinta tanah air dan bela negara bagi para lulusannya.

Sementara itu, Tjutju Supriyatna, Tenaga Pengkaji Kebijakan Penyuluhan Pajak Direktorat Jenderal Pajak menyampaikan bahwa inklusi kesadaran pajak kedalam MKWU sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran perpajakan bagi para mahasiswa dan para dosen di perguruan tinggi. Disampaikan pula bahwa tingkat kepatuhan saat ini masih rendah, dari 27,6 juta wajib pajak orang pribadi (WP-OP) baru 17,2 juta yang wajib menyampaikan SPT dan dari 17,2 juta yang wajib menyampaikan SPT hanya 10,25 juta yang melaporkan SPT. Diharapkan dalam jangka panjang dengan adanya program ini maka kesadaran perpajakan warga Negara dapat lebih meningkat.

Sebagai langkah awal, inklusi kesadaran pajak melalui pengembangan MKWU dilakukan melalui penyisipan tema-tema kesadaran pajak kedalam mata kuliah wajib umum. Beberapa tema kesadaran pajak yang relevan dengan MKWU (Pancasila, PKn, Agama, Bahasa Indonesa) telah disisipkan oleh para penulis MKWU pada acara workshop di Bogor. (EM/editor/HKLI)