Home » Berita

Pemerintah Selenggarakan Uji Kompetensi Nasional Bidan

13/04/2016

Surabaya – Belmawa.  Ditjen Belmawa Kemenristekdikti telah mengadakan Uji Kompetensi (UKOM) Nasional Bidan secara serentak di seluruh Perguruan Tinggi yang ditunjuk pada Sabtu 9 April2016. Dalam UKOM tersebut, sejumlah 27.583 mahasiswa dan lulusan pendidikan DIII kebidanan   turut serta di 173 tempat uji kompetensi diseluruh Indonesia. Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU Nomor 38/2014 tentang Tenaga Keperawatan, disebutkan bahwa lulusan diploma tiga kebidanan dan keperawatan harus ikut uji kompetensi untuk menjamin mutunya.

Dirjen Belmawa didampingi Sekretaris Ditjen menyempatkan hadir dalam acara Pembukaan berkas soal di Universitas Adibuana Surabaya. Dalam kesempatan peninjauan tersebut, Intan Ahmad merasa puas dengan tim kerja Panitia UKOM berbagai stakeholder yang terkoordinasi dengan baik. Intan menambahkan, “agar masyarakat mewaspadai bidan tanpa izin praktik. Jika mahasiswa yang belum lulus uji kompetensi dan diberikan sertifikat, bidan tersebut tidak boleh membuka praktik.

“Jadi memang kita perlu ingatkan masyarakat kalua mau dibantu bidan melahirkan, maka cari bidan berizin. Karena kita tahu di beberapa tempat orang buka praktik, tapi sebenarnya belum berizin. Mereka tidak punya kompetensi sehingga bisa bermasalah dan kalau ada komplikasi dokter pun akan repot menolong (pasiennya),” katanya. Sementara itu, di tempat terpisah Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti juga meninjau STIKes Surabaya tentang kesiapan UKOM Bidan.  Dengan penuh optimisme, guru besar UGM ini menyemangati para peserta Ujian dan tim panitia  UKOM Bidan, Kegiatan yang sama dilakukan juga oleh Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa, Aris Junaidi yang mendatangi kampus Politeknik Kesehatan Makasar dalam rangka kesiapan   pembukaan berkas soal UKOM Bidan.

Sesuai dengan data yang ada di Dit. Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa bahwa terdapat calon bidan dari 554 institusi pendidikan kebidanan yang ikut  mengerjakan 180 soal uji kompetensi dalam waktu 3 jam.  Dosen dari institusi pendidikan asal terlihat mengikuti para mahasiswanya dari luar ruang ujian sebagai bentuk dari dukungan moral agar mahasiswa semangat dalam mengikuti uji kompetensi nasional. Pengawas secara seksama dan santun melayani dan mengawasi peserta sejak persiapan ujian pada hari jumat kemarin.

Setiap peserta yang lulus uji kompetensi nasional ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi kerjasama dengan Organisasi Profesi. Sertifikat ini menjadi syarat untuk proses pengajuan Surat Tanda Registrasi (STR) Bidan agar bidan dapat  izin praktik. Tanpa STR bidan tidak akan bisa praktik kebidanan. Diharapkan, Uji Kompetensi ini dapat meningkatkan Standarisasi Kompetensi Lulusan Kebidanan agar mampu bekerja lebih professional terutama menurunkan angka kematian ibu dan bayi.(RR/editor/HKLI)