Home » Berita

Kerjasama Lintas Kementerian Kembangkan Politeknik

13/04/2016

Kementerian PUPR, Kemristekdikti, BNSP dan Ditjen Bina Marga berkomitmen penuh untuk melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di setiap politeknik yang ada di seluruh Indonesia. Lembaga ini mendukung target menciptakan SDM kompetensi yang berkompeten. Rachman Arief Dienaputra, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan, Ditjen Bina Konstruksi, mengharap agar Politeknik memiliki SDM  yang lebih baik dengan memiliki asesor bersertifikat pada politeknik yang tersebar di Indonesia. Dengan demikian akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam percepatan sertifikasi pekerja kontruksi di Indonesia.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan pelatihan Asesor Kompetensi di Jakarta pada 11 – 15 April 2016. Rachman Arief Dienaputra mewakili Ditjen Bina Kontruksi. Turut hadir pula Dirjen Belmawa Kemristekdikti Intan Ahmad, Kepala BNSP Sumarna F. Abdurahman dan para Direktur di lingkungan BUMN serta Direktur Politeknik Negeri.

Dirjen Belmawa turut memberikan arahan kepada peserta pelatihan asesor kompetensi. “Contoh negara seperti Jepang, Korea selatan, Thailand bisa maju dan sejahtera karena SDM-nya baik, dan secara relatif lebih baik dari Indonesia. Pasalnya, mereka memberikan perhatian kepada SDMnya, Dalam hal ini melalui  pendidikan,” ungkap Intan.  Kemenristekdikti melalui Ditjen Belmawa, Selalu mengingatkan pentingnya pendidikan untuk menghasilkan tenaga teknik yang terampil di polikteknik. “dari politeknik, kita harapkan anak muda menjadi lulusan yang berkualitas, memiliki keterampilan sehingga dibutuhkan industri, bahkan bisa mengirimkan tenaga kerja Indonesia ke belahan dunia,”.

Kemristekdikti pun sepakat perlu adanya pelatihan Assesor Kompetensi. “Menjadi asesor kompetensi yang baik perlu kemampuan menilai namun jangan jumawa bahwa apa yang dilakukan itu sudah objektif.  Kita tidak bisa menganggap diri kita objektif. Hanya orang lain yang bisa menentukan bahwa yang kita lakukan itu objektif atau tidak,” terang Profesor di Bidang Biologi ini sebelum mengakhiri arahannya. (Sugeng/editor:febi)