Home » Berita

Kuliah Daring Menuju Pemerataan Pendidikan Tinggi Yang Berkualitas

05/04/2016

Jakarta – Belmawa.      Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti Intan Ahmad menjelaskan tentang Pembelajaran Daring Indonesia Terpadu (PDITT)  dalam Acara talkshow “Bincang Kita” di Kompas TV yang disiarkan secara langsung tgl. 1 April 2016.  Dalam paparannya, Doktor lulusan US tersebut memaparkan PDITT secara jelas. Mata kuliah daring sebenarnya penerapan Massive Open Online Course (MOOCs) di Amerika Serikat yang di Indonesia menggunakan istilah Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu, disingkat PDITT.  PDITT didirikan pada tanggal 15 Oktober 2014 dan dirancang sebagai wahana alih kredit (Credit Transfer) dimana Perguruan Tinggi (PT) menawarkan mata kuliah terbaik yang diikuti mahasiswa dari perguruan tinggi lain. PT yang menawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara. PT yang mahasiswanya mengikuti perkuliahan daring yang ditawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Pengguna.

Dijelaskan bahwa kuliah daring merupakan salah satu terobosan Kemenristekdikti dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi seperti kapasitas PT yang terbatas; keterjangkauan PT yang rendah karena sebaran yang kurang merata; masih banyaknya PT yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, masih terkonsentrasinya PT bermutu di P. Jawa; masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu; dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu. Dengan demikian, sekelompok mahasiswa di kampus tertentu dapat mengikuti satu atau beberapa mata kuliah dari kampus lain dengan dosen lain yang bermutu, sehingga hal ini dapat meningkatkan akses dan pemerataan mahasiswa terhadap mata kuliah yang bemutu dari kampus bermutu lain.

PDITT diselenggarakan untuk menjawab permasalahan dalam rangka meningkatkan: mutu pendidikan tinggi; akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu; angka partisipasi pendidikan tinggi; penyediaan pendidikan tinggi bermutu yang fleksibel; dan pemberian kesempatan kepada kalangan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas sehingga menggapai Learning Outcome yang baik dari PT terkemuka yang mempunyai  standar  proses pembelajaran terpercaya mulai dari persiapan, pembelajaran, penilaian dan tindak lanjut.

Sosialisasi telah dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui surat edaran ke seluruh PT, juga melalui laman web resmi ditjenbelmawa.ristekdikti.go.id. Berikutnya, setiap tahun kami mengadakan monitoring dan evaluasi dengan mengundang PT untuk memperoleh penjelasan yang sudah dilakukan, dan terakhir, bagi calon penyelenggara dan penyelenggara, diberikan semacam pelatihan pengembangan kuliah daring, termasuk talkshow seperti ini.

Sampai saat ini, terdapat 6 (enam) PT Penyelenggara dan 32 PT Mitra dengan 1.746  mahasiswa yang mengikuti PDITT. PT Penyelenggara tersebut adalah UI, ITB, ITS, BINUS, Univ. TELKOM, dan AMIKOM Yogyakarta. Kedepan, program ini akan terus dilanjutkan dengan melibatkan PT Negeri maupun Swasta di Indonesia. Namun demikian syarat dan ketentuan berlaku, artinya, semua mata kuliah daring yang ditawarkan harus melalui proses quality assurance terlebih dahulu, dimana tim khusus yang menilai dan menjamin agar mutu kuliah daring sesuai dengan berbagai aspek prinsip pembelajaran daring. Kemudian akan dikeluarkan Surat Keputusan Penyelenggara kuliah daring kepada PT tersebut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai PDITT dapat diakses pada alamat http://www.kuliahdaring.dikti.go.id. Harapannya kuliah daring ini semakin berguna, dan dengan pemanfaatan teknologi banyak mahasiswa mendapatkan mata kuliah tanpa terhalang oleh tempat dan waktu. Rencana lainnya adalah mengganti istilah PDITT dengan singkatan yg mudah untuk diingat dan dilafalkan, rencananya yaitu “SPADA Indonesia (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia”. (WS/Editor/Mega/HKLI))