Home » Berita

Uji Kompetensi NERS Dilakukan Serentak Di Seluruh Indonesia

04/04/2016

Surabaya – Belmawa.   Uji kompetensi (UK) Ners dilakukan serentak pada Sabtu 02 April 2016 di 70 Perguruan Tinggi (PT) di seluruh Indonesia. “UK sebagai salah satu upaya penjaminan mutu lulusan mengarahkan implementasi kurikulum dan dasar proses pembinaan mutu pendidikan bidang kesehatan bagi Kementerian.,” terang Aris Junaedi, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa.

Pada periode bulan April mahasiswa dan lulusan program pendidikan kesehatan yang berjumlah 62.891 orang akan mengikuti uji kompetensi nasional. Program pendidikan yang dilibatkan dalam uji kompetensi nasional adalah program pendidikan profesi ners, diploma III kebidanan dan diploma III keperawatan yang berlangsung secara berturut turut pada tanggal tanggal 2-4, 9 dan 16 April 2016.

Jumlah peserta ujian program studi profesi ners adalah 18.315 peserta dari 257 institusi pendidikan dengan menggunakan metode Computer Based Test (CBT) pada 67 pusat CBT. Program kebidanan dan keperawatan menggunakan metode ujian Paper Based Test (PBT). Pasalnya, masih banyak institusi pendidikan yang belum siap dengan fasilitas komputer. Uji kompetensi nasional juga diikuti oleh 28.020 peserta yang berasal dari 554 institusi pendidikan diploma III kebidanan. Sementara itu, program diploma III keperawatan diikuti oleh 16.556 peserta yang berasal dari 416 institusi pendidikan.

Kemenristekdikti melalui Direktorat Penjaminan Mutu mempunyai peran penting dalam meningkatkan mutu UK Nasional pendidikan tinggi bidang kesehatan. “Tujuan uji kompetensi ini adalah untuk menjamin lulusan pendidikan tinggi kesehatan yang kompeten dan terstandar secara nasional, menguji pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar dalam menjalankan profesionalisme dalam pelayanan dan mendorong pembelajaran sepanjang hayat. dan terakhir  sebagai metode asesmen untuk pengelolaan pasien yang aman dan efektif” terang Aris Junaidi dalam satu kesempatan peninjauan lapangan Uji Kompetensi Ners di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.

Guru Besar Bidang Kedokteran Hewan UGM ini berharap agar mereka bisa jadi Ners yang professional. “Subtansi ujian, soal, sumberdaya dan sistem kelembagaan penyelengara ujian akan ditingkatkan secara berkesinambungan agar tenaga kesehatan seperti perawat yang sangat dibutuhkan di dalam dan luar negeri dapat lebih mudah mendapat kesetaraan pengakuan di luar negeri,” terangnya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Kepmen  nomor 306/M/Kp/IV/2015 tentang panitia uji kompetensi nasional program  profesi ners telah membentuk Tim Panitia Nasional Uji Kompetensi Ners  dengan baerbagai stakeholders terkait. Dalam SK tersebut masuk diantaranya perwakilan kemenristekdikti, perwakilan kemenkes, perwakilan perguruan tinggi; perwakilan koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis) dan perwakilan asosiasi institusi pendidikan ners indonesia (aipni).

Di sela-sela waktu persiapan Uji Kompetensi Ners, Dekan Fakultas Keperawatan Unair Prof Dr. Nursalam memberikan keterangan bahwa Universitas Airlangga merupakan salah satu PTNBH yang selalu siap ditugaskan Pemerintah (Kemenristekdikti)  untuk melaksanakan Uji Kompetensi Ners.

‘Sejak 2014, Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Rata-rata 98% mereka lulus UKN. Kita juga selalu membangun koordinasi dengan 64 Institusi Keperawatan dalam rangka peningkatan mutu tenaga Keperawatan. Jangan sampai disparitas dalam kualitas teralu besar antar perguruan tinggi di Jawa Timur. CBT Unair sendiri standard hardware CBT tertinggi melebihi yang direkomendasikan pihak AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia). Di Fakultas ini telah diadakan UK Ners dengan jumlah peserta terdaftar sebesar 302 orang  namun yang ikut ujian hanya berjumlah 298 peserta,” jelas Nursalam.  (AS/HKLI/editor:Febi)