Home » Berita

Pendidikan Bukan Saja Untuk Pertumbuhan Ekonomi

04/04/2016

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menghadiri rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-2 Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh, Sabtu pagi (02/04/2016). Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya Abu Bakar, Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia; Rachmat Fitri, Wakil Bupati Aceh Barat; Jasman J. Ma’aruf, Rektor UTU; Kolonel ARH Ruruh A Setyawibawa, DANREM 012 Teuku Umar; dan para tamu undangan lainnya.

Jasman J. Ma’aruf membuka secara resmi acara yang dihadiri sekitar 200-an audiens dengan tema ‘Peluang Pendidikan Tinggi Indonesia di Abad 21’. Dalam rangkaian sambutan acara, ia mengucapkan selamat datang secara khusus kepada Intan Ahmad atas kesediaannya memenuhi undangan dan menjadi Dies Reader pada peringatan hari jadi ke-2 UTU setelah penegeriannya. “UTU telah menetapkan pola ilmiah pokok, yaitu Agro and Marine Industry, di mana kajian dan riset terapannya akan menekankan kepada proses pengolahan dan pengembangan pertanian dan kelautan yang bersifat hilirisasi dan inovasi, baik di sektor kelautan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan”, terangnya.

Ucapan selamat Dies Natalis kemudian disampaikan oleh Rachmat Fitri, dengan harapan agar UTU dapat memantapkan tujuan dan cita-cita sebagai kampus sumber inspirasi bagi semua kalangan di segala sektor. “Keberadaan perguruan tinggi di Aceh Barat merupakan suatu yang sangat strategis, mengingat Kabupaten Aceh Barat terletak di tengah lintasan delapan kabupaten kota di barat selatan Aceh. Melalui momentum ini, mari kita jadikan penyemangat untuk bertekad menjadikan dunia pendidikan sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa yang dimulai dari Aceh Barat”, ucapnya. Abu Bakar juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk membentuk manusia berkualitas, sehingga penguatan pendidikan mutlak harus dilakukan sebagai langkah untuk menciptakan SDM yang tangguh.

Acara puncak Dies ini diisi oleh orasi Intan Ahmad yang disambut antusias oleh audiensnya. Intan menyadari bahwa UTU telah dibangun melalui perjuangan yang panjang oleh para ulama dan tokoh masyarakat sejak 1983 untuk memajukan daerahnya, yang kemudian dinegerikan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 Maret 2014 silam. “Akhirnya setelah lebih dari 30 tahun, masyarakat di barat dan selatan Aceh bisa berbangga atas berdirinya universitas negeri di sini”, ucap Intan.

Intan juga menyambut baik atas penekanan pola ilmiah UTU pada Agro and Marine Industry sebagai keunikan dan keunggulannya. Diharapkan UTU dapat berkontribusi pada perkembangan pembangunan ekonomi bangsa yang berfokus pada semangat inovasi, agar tercipta produk-produk unggulan yang bernilai tinggi dan mampu bersaing di pasar global. Walaubagaimanapun, ia mengatakan bahwa pendidikan bukan saja ditujukan untuk pertumbuhan ekonomi.

Mengambil kutipan dari Rabindranath Tagore, seorang filsuf pemenang Nobel sastra dari India, Intan berkata bahwa pendidikan yang hanya memberikan perhatian kepada keberhasilan ekonomi adalah pendidikan yang kehilangan rohnya. “Untuk Indonesia kita perlu pendidikan yang tidak saja menghasilkan lulusan yang produktif secara ekonomi atau hebat secara akademis, tetapi lulusan yang juga memahami persoalan bangsanya, seperti kesenjangan sosial, intolerasi, radikalisme, dan narkoba, sehingga kelak mereka mampu memecahkan permasalahan yang ada serta berkontribusi secara positif bagi bangsa negara ini”, katanya seraya menambahkan. Sebagai konsekuensi, Intan percaya bahwa UTU selalu mengelorakan semangat pahlawan Teuku Umar sebagai penanaman modal yang baik bagi pengembangan karakter mahasiswanya.

foto2

Selain rapat senat terbuka ini, kehadiran Intan juga didaulat untuk meresmikan Gedung Laboratorium Teknik Terpadu UTU. “Tentunya, gedung ini dibangun agar dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik, semoga dapat bermanfaat semaksimal mungkin sesuai peruntukannya”, pesan Intan. (Andri/Belmawa)