Home » Berita

Menjaring Pelatih SPMI Chapter Bandung

02/04/2016

Bandung – Belmawa.     Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemenristekdikti meyelenggarakan Pelatihan Calon Pelatih SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di beberapa wilayah sesuai  target 100 dosen yang akan menjadi pelatih SPM dalam renstra Kemristekdikti.  Pelatihan batch pertama dimulai di Bandung pada 31 Maret sampai dengan 2 April 2016. Kemudian dilanjutkan Pelatihan di wilayah Sumatera dipusatkan di Pekanbaru, untuk wilayah Jawa Tengah/DIY  dan Jawa Timur dilaksanakan di Semarang, wilayah Kalimantan dilaksanakan di Pontianak, wilayah Sulawesi di Makassar, dan akan berakhir di Jakarta pada bulan September 

Pelatihan Pelatih SPMI di Bandung ini diikuti oleh 33 peserta dari 16 perguruan tinggi di wilayah Kopertis IV dengan akreditasi institusi A atau B. Dalam kata sambutan pembukaan pelatihan, Antari W Mawarti, Kasubdit Penguatan Mutu Dit Penjaminan Mutu menyatakan “ saya berharap agara Bapak dan  Ibu sekalian  dapat bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini , agar hasil yang dicapai dapat optimal dan menjadi tim penjaminan mutu local , selain itu diharapkan juga  bagi yang lulus pelatihan ini bisa ikut pada pelatihan audit internal,” ujar Antari. Disampaikan pula pelatih tersebut diharapkan menjadi ujung tombak untuk peningkatan mutu internal di institusi masing-masing dan selanjutnya diharapkan dapat menjadi pelatih SPMI PT di wilayahnya.

Untuk mencetak pelatih yang handal maka peserta dibekali dengan berbagai materi diantaranya tentang Kebijakan Nasional SPM Dikti, Kebijakan Nasional SPME, Kebijakan Nasional SPMI, dan Kebijakan tentang Pangkalan Data Pendidikan tinggi, perancangan dokumen SPMI, dan kode etik pelatih SPMI.  Pelatihan pada hari pertama dilakukan secara pleno di ruang auditorium dengan diawali paparan dari Prof. Johannes Gunawan tentang Kebijakan Nasional SPM Dikti dan dilanjutkan dengan prestest selama 30 menit. Prof. Johannes Gunawan memaparkan bahwa pemerintah hanya memberikan inspirasi tentang hal-hal pokok penjaminan mutu, sehingga perguruan tinggi mencari model yang paling cocok sesuai karakteristik perguruan tinggi itu sendiri (internally driven), misalnya perguruan tinggi tidak harus memiliki Kantor Penjaminan Mutu (PJM) asalkan konsisten menjalankan pilar-pilar dan prinsip-prinsip penjaminan mutu.

Paparan selanjutnya diisi oleh BAN-PT yang  disampaikan oleh Sekretaris BAN-PT, Prof. Dwi Wahyu Sasongko yang memaparkan Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dan dilanjutkan paparan tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenristekdikti, Dr. Andika Fajar.

Pada hari ke-2, Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi  memberikan pembekalan kepada para peserta. “ Perlu effort dan komitmen bersama dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan tinggi kita,” ungkap guru besar UGM ini. Peserta terpilih dalam pelatihan ini diharapkan turut menyebarkan ilmunya bukan hanya di lingkungan institusi masing-masing, namun juga di wilayahnya. Direktur Penjaminan Mutu juga menyampaikan bahwa mutu pendidikan tinggi ke depan akan mengarah pada akreditasi internasional sperti AUN dan ABET.

Pelatihan pada hari-hari berikutnya peserta akan dibagi dalam 2 kelas dan akan berdiskusi lebih mendalam dengan tugas paparan dari masing-masing perserta pelatihan. Fasilitator dalam pelatihan batch Bandung antara lain Prof. Johannes Gunawan, Prof. Nyoman sadra, Prof. Bernadette, Prof. Setyo Pratiwi, dan Prof. Bambang Suryoatmono.  (ann-hz/editor/HKLI)