Home » Direktorat Kemahasiswaan

Dana Bantuan Bidikmisi Semester Genap Tahun 2015/2016 Disalurkan

01/04/2016

Jakarta—Belmawa. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti telah mencairkan dana bantuan Bidikmisi pada 30 Maret 2016. Bidikmisi adalah bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di berbagai perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta.

Penyaluran tahap pertama semester genap tahun 2015/2016 dana Bidikmisi ini telah dikirim ke 187.816 nomor rekening penerima dana di 3 (tiga) bank tersebut, masing-masing 123.600 di Bank Mandiri, 23.216, di Bank Tabungan Negara (BTN) dan 41.000 di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Masing-masing bank menyampaikan bahwa agar proses berjalan lancar dan sistem tidak down akibat overloaded maka transaksi dilakukan dengan beberapa tahap. Diharapkan mahasiswa penerima dana bantuan sudah dapat menerima bantuan biaya hidup dalam 1 – 2 hari ke depan.

Guna kelancaran penyaluran dana Bidikmisi ke seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia, pada tanggal 31 Maret 2016, Sekretaris Ditjen. Belmawa Sutrisna Wibawa didampingi pejabat bagian keuangan telah melakukan kunjungan dan supervisi ke bank-bank penyalur dana Bidikmisi, yaitu Bank Mandiri, dan BTN dan BRI.

Kunjungan ke 3 (tiga) bank tersebut diterima dengan baik dan bersahabat. Dalam supervisi tersebut, Sesditjen Belmawa disambut olehBapak Eko Sulistiyantoro dari sistem IT, Ibu Indah dari bagian operasi, dan Ibu Renny Movita dari cabang utama. Dari BTN Sesditjen didampingi Kepala Divisi Bisnis Kusumarjono, Goverment Funding Officer Nina Pesuaria dan jajarannya. Di BRI, Sesditjen disambut oleh Bapak Sukmana Andriansyah dan Ibu Nidya L. Hermawan dari Business Relationship Officer.

penyaluran dana bidikmis 1Proses pencairan dana yang dilakukan memang cukup panjang. Penerbitan Standing Instruction (instruksi yang ditentukan oleh nasabah) dari Ditjen. Belmawa ke Customer Funding Division untuk mendapatkan persetujuan pencairan. Setelah itu persetujuan penyaluran dana dikeluarkan dimana daftar nama dan nomor rekening yang dikirimkan disesuaikan terlebih dahulu dengan sistem informasi di bank tersebut (payroll system– daftar nomor rekening panjang dan nama para nasabah), untuk kemudian dibuatkan proses transaksinya ke seluruh mahasiswa penerima dana Bidikmisi.

Setelah proses transaksi selesai, ada proses cross-check data transaksi yang berhasil atau gagal. Apabila terjadi kegagalan dicari penyebab dan solusi atas kegagalan transaksi tersebut. Umumnya kegagalan disebabkan oleh nomor rekening sudah tidak aktif, atau ditutup karena saldo yang sudah zero; nomor rekening salah nama, dan nomor rekening atas nama 2 (dua) orang yang berbeda. Bila hal itu terjadi, pihak bank menyarankan agar nasabah menghubungi customer service di bank tersebut secara langsung. (MG/HKLI/Editor:Febi)