Home » Berita

Indonesia Menyiapkan Mobilitas Akademis Mahasiswa Indonesia Ke Asia Dan Eropa

31/03/2016

Tiongkok—Belmawa. Pada tanggal 24-26 Maret 2016, Brunei Darussalam, Tiongkok, Jerman, Estonia, Indonesia, Latvia, Lithuania, Malaysia, Thailand dan UK berdiskusi kelompok kerja tentang mekanisme penyelenggaraan transfer kredit antarregional dan sistem capaian pembelajaran. Pentingnya memfasilitasi komunikasi mahasiswa sebagai pembinaan masyarakat global, program transfer kredit kini semakin digalakkan oleh Indonesia dalam program ASEM (Asia-Europe Meeting). Pada 2015, sekretariat ASEM telah menunjuk Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok sebagai koordinator program pertemuan dan diskusi kelompok kerja ini.


Dalam pertemuan The First ASEM Expert Working Group Meeting on Interregional Credit Transfer Mechanisms and Learning Outcomes Systems, ASEAN University Network (AUN/ACTS) sebagai representasi sistem transfer kredit yang ada di ASEAN akan diintegrasikan dengan sistem transfer kredit di Eropa (ECTS). Indonesia mengirimkan 2 orang perwakilan yaitu Alam Nasrah Ikhlas, Kepala Seksi Rekognisi Pembelajaran Lampau, Ditjen. Belmawa dan Prof. Abdul Latief Abadi dari Universitas Brawijaya.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai hasil pertemuan the Fifth Asia-Europe Meeting of the Ministers for Education (ASEMME5) yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 April 2015 di Riga, Latvia. Pada saat itu, Kementerian Pendidikan lintas Asia-Eropa sepakat untuk menyelenggarakan expert working group discussion interregional credit transfer mechanisms and learning outcomes systems (Pertemuan dan diskusi kelompok kerja tentang mekanisme penyelenggaraan transfer kredit antar regional dan sistem capaian pembelajaran).

alam nasroh1Pertemuan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok, Mr. Hao Ping dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dikomando oleh Mr. Wang Li Sheng, Direktur Jenderal China Academic Degrees and Graduate Education Development Center (CDGDC). Dalam diskusi yang hangat, setiap perwakilan negara memaparkan tentang sistem pendidikan tinggi, standar kualifikasi nasional, penerapan transfer kredit, serta capaian pembelajaran yang diterapkan di negara masing-masing.

Dalam forum ini, Indonesia memaparkan pengalaman menyelenggarakan transfer kredit dengan mengacu kepada KKNI dan pengakuan capaian pembelajaran yang disetujui antar universitas (U to U) maupun antar pemerintah (G to G). Selain itu, Indonesia terlibat aktif berkontribusi dalam perencanaan implementasi kebijakan dan rencana kerja (action plan), terutama dalam mempromosikan penerapan transfer kredit serta capaian pembelajaran antar negara-negara ASEM.

Pertemuan ini akhirnya menyepakati 3 (tiga) agenda, yaitu melakukan penelitian bersama yang dikoordinatori oleh Tiongkok dan didukung oleh para ahli dari seluruh anggota ASEM; menerapkan sistem transfer kredit dan capaian pembelajaran yang jelas dengan menyelenggarakan seminar internasional pada akhir 2016 di Tiongkok dengan platform Cross Border Quality Assurance Network Study. Selain itu, akan mengeksplorasi kelayakan program ASEM Study atau Courses on Credit Transfer and Learning Outcomes untuk menggalakkan mobilitas mahasiswa. (AN/Editor/Febi)