Home » Berita

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Membangun “Revolusi Mental”

30/03/2016

Riau – Belmawa. Dalam mewujudkan pengembangan kemahasiswaan, diperlukan keterampilan di bidang manajemen dan berorganisasi. “Dengan keterampilan tersebut, diharapkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pemimpin yang berwibawa, tetapi juga yang mempunyai kemampuan teknis yang sesuai dengan tuntutan masyarakat di masa mendatang,” demikian ungkap Asep Supanda, Kasubdit Minat dan Bakat, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Bertempat di Pekanbaru, Riau, tanggal 24 – 27 Maret 2016, Ditjen. Belmawa melibatkan 47 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta sekitar Riau ini dalam acara pengembangan “Self-competency” di program LKMM. Kepingan kompetensi seperti apa yang sekiranya mesti didekap erat agar bisa menjadi insan yang lebih sempurna atau bahkan insan yang paripurna, demikian tanya yang timbul untuk pengembangan diri ini. Banyak ragam kompetensi yang mungkin harus dikuasai namun ada core competency yang patut ditelisik dengan penuh kesungguhan sebagai bekal perjalanan panjang yang masih terbentang di depan para mahasiswa.

Dalam memotivasi peserta,  hal yang pertama adalah the strong need for achievement. Seseorang harus mempunyai tujuan, arah hidup yang seperti apa dan bagaimana di masa depan. “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”, seharusnya hal ini ditanamkan di dalam diri sendiri, maka hidup akan lebih bermakna dan teguh untuk mengukir hasil kerja terbaik. Dan sungguh, orientasi semacam itu akan mendorong setiap insan untuk bertanggungjawab dan berdedikasi, gigih dalam bekerja, ikhlas dalam bertindak, dan saling bekerjasama demi tercapainya tujuan dan harapan..

Yang kedua adalah Learning spirit, kompetensi ini penting sebab dengan semangat untuk menambah pengetahuan yang luas, dengan keterampilan dan keahlian, mahasiswa bisa terus tumbuh berkembang, misalnya dengan mengikuti seminar, pelatihan keterampilan manajemen, penjelajahan pengetahuan secara online, rajin membaca buku, atau selalu bergairah untuk melakukan sharing pengetahuan dengan teman. Yang ketiga adalah Spirituality intelligence, kompetensi ini yang akan mengajak mahasiswa untuk terus bersandar pada etika moralitas, perilaku kerja yang sarat integritas, etos kerja, gotong royong dan juga kuyup dengan tindakan yang penuh keluhuran, demikian jelas Asep dalam menutup sambutannya.

Pada acara itu turut hadir Kepala Badan Narkotika Propinsi Riau, Kombes Ali Pranaka, yang dalam hal ini menyampaikan dan menghimbau mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba di kalangan mahasiswa sendiri maupun masyarakat secara luas, karena ancaman narkoba akan memutus 1 (satu) generasi ke depan yang tentunya akan merugikan bangsa dan negara Indonesia. (Aspanda/editor/mg)