Home » Berita

Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dukung Optimalisasi IdREN

23/03/2016

Jakarta – Belmawa.   Sekarang ini boleh dikatakan dunia maya adalah keniscayaan bila ingin ikut serta dalam arus globalisasi. Hal ini juga yang terjadi dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Bila tidak terbuka dengan dunia luar maka dunia pendidikan kita akan tertinggal jauh dari negara-negara luar bahkan dengan negara tetangga terdekat di Asia Tenggara.

Pada tahun 2010, Indonesia termasuk negara yang sudah lebih dulu dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya dalam peran serta jejaring Perguruan Tinggi (PT) seluruh dunia yang di Indonesia dinamakan Indonesian Higher Education Network (INHERENT) yang kemudian menjadi Indonesia Research and Education Network (IdREN). Infrastruktur IdREN terdiri dari 6 Gate, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) Gate memfasilitasi UGM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Andalas, dan Universitas Katolik Atma Jaya; Universitas Indonesia (UI) Gate memfasilitasi UI, Universitas Tanjung Pura, Universitas Gunadarma; Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Gate memfasilitasi ITS, Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, dan Universitas Negeri Surabaya; Universitas Brawijaya (UB) Gate memfasilitasi UB, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember; Institut Teknologi Bandung (ITB) Gate memfasilitasi ITB, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung; Customer Edge (CE) Telkom memfasilitasi Universitas Negeri Soedirman, Universitas Telkom, Universitas Pajajaran, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang. Ke depannya sekolah tinggi yang berada di bawah kementerian/lembaga, institusi riset, dan industri akan turut dilibatkan.

Pada saat itu juga jejaring yang dibangun sudah terhubung selain dengan negara-negara di Asia Tenggara juga dengan Jepang, China dan Korea. IdREN sudah digunakan untuk e-conference, pertemuan bilateral antar perguruan tinggi. Namun keberadaan IdREN sampai saat ini dipandang belum maksimal. Perlu diingat bahwa bagaimanapun suatu jejaring akan hidup apabila kontennya menarik dan berguna bagi para users.

Menyadari hal ini, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad mengadakan pertemuan dengan para PT yang terkait pada bulan Februari 2016, dan dilanjutkan tanggal 22 Maret 2016. Prof. Intan menyampaikan bahwa optimalisasi IdREN diperlukan guna memperkuat jejaring riset dan edukasi, sangat bagus untuk distance learning, untuk dosen nasional maupun dosen internasional sehingga dapat mengurangi jumlah tatap muka yang berbiaya mahal.

Pemerintah mendukung keberadaan IdREN ini, dan berharap IdREN dapat ditingkatkan perannya. Oleh sebab itu,  Ditjen Belmawa akan menjadi ujung tombak dalam proses pengembangan IdREN dimana sudah dikoordinasikan dengan PT Telkom sebagai penyedia bandwidth-nya. Ke depan Ditjen Belmawa akan membentuk task force yang tugasnya memberdayagunakan IdREN. Task force terdiri dari perwakilan PT yang selama ini terlibat dalam IdREN sejak tahun 2007. Disampaikan oleh Intan Ahmad yang juga Guru Besar ITB  bahwa kepengurusan IdREN nantinya diserahkan sepenuhnya kepada gugus tugas, apakah akan murni PT atau partnership antara PT dan pemerintah, atau antara pemerintah, industri dan PT. (TMG/HKLI/Editor)