Home » Berita

Kunjungan Delegasi Colleges and Institutes Canada ke Ditjen Belmawa Kemenristekdikti

21/03/2016

Jakarta – Belmawa.  Bertempat di ruang pertemuan Ditjen. Belmawa, Kemenristekdikti pada tanggal 21 Maret 2016, Dirjen Belmawa Prof. Intan Ahmad menerima delegasi dari Colleges and Institutes Canada yang dipimpin oleh Mrs. Sandra Poohkay. Dalam pertemuan yang sangat bersahabat tersebut, Intan Ahmad menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi di Indonesia. “Indonesia memiliki 4.300 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) yang tersebar di seluruh pelosok negeri, melebihi Uni Eropa yang memiliki kurang dari 4.000 PT dengan jumlah mahasiswa sekitar 7 juta. Tentu ada disparitas dalam hal kualitas. Karena itu, kita dorong agar mereka dapat memiliki akreditasi yang baik bahkan bila memungkinkan bisa ABET. Setiap tahun, kita menerima mahasiswa sekitar 500 ribu untuk dapat kuliah di PTN, dan 262 Politeknik dengan 250 ribu mahasiswa. Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi, ada beasiswa berprestasi untuk kuliah di luar negeri dengan skema pembiayaan dari LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia”.

Dalam kesempatan yang sama, Sandra menyatakan bahwa Colleges and Institutes Canada menawarkan berbagai disiplin ilmu kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Canada, diantaranya; Arts and Science University Transfer Programs, Business Computer Information Systems; Engineering Technology with Two-year Diploma or Three-year Cooperative dengan bidang Electronic, Mechanical, Network and Telecommunications Engineering. Dengan bahasa promosi, Sandra menjelaskan secara rinci alasan mengapa kuliah di Canada lebih menarik. Sandra membandingkan dengan negara tetangga dekatnya Amerika Serikat, dan memiliki sistem yang berbeda dengan 700 perguruan tinggi. Studi dengan biaya rendah di Colleges and Institutes Canada menjadi lebih menarik lagi dengan jumlah siswa yang sedikit dalam 1 (satu) kelas sehingga jumlah tatap muka cukup aktif dengan para profesor. Dengan dukungan fasilitas Free Learning Centre, dan perencanaan akademik dari para pembimbing (councellor) pendidikan, Cultural Liaisons untuk mendukung siswa internasional, kesempatan kerja di lingkungan kampus maupun off-campus dan setelah lulus, yang biaya keseluruhannya berjumlah $22,000/tahun termasuk dengan biaya hidup.

Di akhir diskusi, Prof. Intan Ahmad yang juga Guru Besar ITB menyampaikan kepada delegasi Canada bahwa pertumbuhan Indonesia cukup baik sekitar 5% atau lebih sehingga diharapkan tahun 2030 menjadi salah satu negara besar di dunia. Oleh karenanya, Canada dapat turut serta dalam berbagai proyek pembangunan dengan mengirim para engineer seperti program nasional pembangunan infrastruktur, Mega Project Listrik 35.000 MW. (AS/editor/HKLI)