Home » Direktorat Pembelajaran

Dengan Implementasi KKNI dan SN DIKTI, PT Siap Hadapi Tantangan dan Persaingan Global

18/03/2016

Aceh – Belmawa.   Kemampuan profesional tercermin melalui keterampilan intelektual, interpersonal dan teknikal dalam menerapkan teori dan konsep pelayanan kesehatan yang sesuai dan tepat guna. Penguasaan kemampuan profesional memungkinkan tenaga kesehatan mampu membuat keputusan berdasarkan pengetahuan ilmiah dan kode etik pelayanan kesehatan yang dapat dipertanggung-jawabkan sesuai dengan kaidah profesi masing-masing.

Mengingat kebutuhan tiap program studi (Prodi) untuk melakukan inovasi guna menghasilkan output yang sesuai dengan harapan stakeholder, maka kurikulum Prodi merupakan titik sentral yang menentukan kualitas lulusan. Hal ini karena kurikulum yang diterapkan akan mempengaruhi proses transfer ilmu pengetahuan yang sesuai dengan tuntutan implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) diperlukan pemahaman bersama sehingga tiap Prodi mampu menerapkan kurikulum tersebut.

Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. KPT dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi (PT) dengan mengacu pada KKNI dan SN Dikti. Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa) telah merancang sejumlah progam terkait dengan pengembangan dan penerapan KPT di PT. Penerapan KPT tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di dunia industri.

Dengan latar belakang permasalahan di atas maka perlu diselenggarakan “Workshop Pengembangan Kurikulum di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh”. Workshop ini diselenggarakan pada tgl. 16-18 Maret 2016 yang diikuti oleh 150 dosen dari sejumlah Prodi di Poltekes Kemenkes Aceh. Workshop ini bertujuan untuk dapat mengimplementasikan kurikulum berorientasi pada KKNI dan SN Dikti guna meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan tinggi yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan di Poltekes Kemenkes Aceh.

Acara yang dipandu oleh tim dari PPSDM Kesehatan Kemenkes dan Direktorat Pembelajaran, Ditjen. Belmawa, Kemenristekdikti ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan karena output yang dihasilkan dari workshop ini selain akan meningkatkan kemampuan para dosen dalam menyusun KPT juga akan menghasilkan 11 Rancangan Kurikulum Institusional dan 11 draft Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di lingkungan Poltekes Aceh.
Workshop dibuka oleh Kepala PPSDM Kemenkes, diwakili oleh Ibu Yuyun Widyaningsih yang dalam sambutan dan pengarahannya, antara lain menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan dan persaingan global serta menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka penerapan kurikulum berorientasi KKNI dan SN Dikti harus segera dilaksanakan.

Dalam workshop ini, selain disajikan materi sebagai pengayaan dari para narasumber dengan topik: “Kurikulum Pendidikan Tenaga Kesehatan” yang disampaikan sendiri oleh Ibu Yuyun Widyaningsih, dilanjutkan dengan 3 (tiga) paparan oleh Kepala Sub Direktorat Pendidikan Akademik, Direktorat Pembelajaran dengan tema “Kurikulum Pendidikan Tenaga Kesehatan”; “KKNI dan SN DIKTI (Permendikti No. 44 Tahun 2015); dan “Pengembangan Kurikulum Institusional”, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang cukup interaktif. Setelah para peserta mendapatkan pengetahuan tentang sistematika penyusunan kurikulum berorientasi KKNI dan SN Dikti, maka dilanjutkan dengan sesi menyusun kurikulum dan RPS dari masing masing Prodi para peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok kerja.

Tindak lanjut dari workshop ini diharapkan dapat tersusun rekomendasi dan rencana tindaklanjut dalam pengembangan dan penerapan kurikulum berorientasi KKNI dan SN Dikti bagi Poltekes Kemenkes di Propinsi Aceh. (EM/Editor/HKLI)