Home » Berita

Perguruan Tinggi Indonesia-Swedia Serius Tingkatkan Kerjasama

16/03/2016

Yogyakarta – Belmawa.   Keseriusan Perguruan Tinggi Indonesia-Swedia dalam meningkatkan kerja sama diwujudkan dalam pelaksanaan “Indonesia-Sweden Excellence Seminar”, 14-17 Maret di Balai Senat UGM Yogyakarta.

Dirjen Belmawa, Intan Ahmad hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara yang dihadiri sekitar 60 peneliti dan perwakilan manajemen dari 6 universitas Swedia (Selasa, 15/03/2016). Universitas tersebut diantaranya Universitas Lund, Universitas Linköping, Universitas Uppsala, Universitas Chalmers, Universitas Stockholm, dan KTH Royal Institute of Technology. Indonesia diwakili oleh UGM sebagai tuan rumah penyelenggara, ITB, UI, ITS, UNDIP, UNIBRAW, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, dan beberapa universitas lainnya.

Dalam sambutannya, Intan Ahmad menyampaikan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi antara Indonesia-Swedia yang ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dengan Menteri Pendidikan dan Riset Swedia Helene Hellmark Knutsson pada Februari 2016 lalu. Turut hadir pada saat acara pembukaan Rektor UGM Dwikorita Karnawati, Deputy Head of Mission (Political Affairs) Swedish Embassy Eddy Fonyódi, dan Deputy Vice-Chancellor of Lund University/SACF Eva Wiberg.

Seminar ini mengangkat 6 topik untuk dilakukan kerja sama, termasuk melakukan proyek-proyek penelitian bersama, dan sharing best practices, diantaranya: Maritim (Maritime Development and Marine Technology), Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (Urban Planning), Ketahanan Kota dan Manajemen Bencana (Urban Resilience and Disaster Management), Energi Terbarukan (Renewable Energy), Masyarakat Madani (Civil Society), dan Manajemen Riset Berkelanjutan/Pendidikan Tinggi Masa Depan (Sustainable Research Management/Future of Higher Education).

“Saya ingin menyampaikan dukungan untuk topik diskusi hari ini, karena Indonesia juga memiliki 7+1 fokus prioritas penelitian yang serupa, yakni Pangan dan Pertanian, Energi termasuk energi alternatif dan terbarukan, Kesehatan dan Obat-obatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); Teknologi Transportasi; Teknologi Pertahanan; Advanced Technology, termasuk nanoteknologi; dan Pengembangan Maritim dan Teknologi Maritim”, ujar Intan.

Mengakhiri sambutannya, Intan berharap dan percaya bahwa luaran seminar ini dapat mengidentifikasi topik tersebut untuk dikembangkan lebih lanjut ke dalam program kolaboratif yang bermanfaat baik masyarakat Indonesia dan Swedia. (Andri/Editor/HKLI).