Home » Berita

Diseminasi SNMPTN dan Bidikmisi di TVRI Kalteng

10/03/2016

Palangkaraya – Belmawa.   Dalam rangka diseminasi SNMPTN dan Bidikmisi di Provinsi Kalimantan Tengah, Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti mengadakan talkshow di TVRI Kalteng dengan tema Desiminasi SNMPTN dan Bidikmisi pada awal Maret 2016

“Pemerintah pada tahun ini mengalokasikan 60 ribu bantuan pendidikan Bidikmisi bagi para pelajar di seluruh Indonesia,” kata  Didin Wahidin menjawab pertanyaan pembawa acara TVRI.

Dalam Acara tersebut turut hadir Bambang Prasetya selaku Wakil Ketua Umum SNMPTN 2016 dan juga Wakil Rektor I UPR I Nyoman Sudyana. Hadir juga dalam acara ini beberapa pelajar SMA yang menjadi undangan dalam acara tersebut.

Bambang yang juga guru besar UGM  menjelaskan bahwa SNMPTN dilakukan dengan dua cara, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN). “SNMPTN seleksinya dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi lain siswa. Hal itu diharapkan dapat menjadi seleksi yang baik untuk mendapatkan mahasiswa baru berdasarkan prestasi yang dimilikinya,” ujar Bambang.

Masih menurut Bambang, sebagian besar tahapan SNMPTN dan SBMPTN menggunakan sistem online. “Hal itu bertujuan untuk membangun kepercayaan kepada pengelola sekolah dan siswa dalam menjalani seluruh tahapan,” jelas Bambang. Kesalahan memasukkan data sekolah dan siswa sengaja atau tidak sengaja dapat menimbulkan persoalan dalam proses seleksi.

“Bahkan yang paling parah, kesalahan dapat menyebabkan peserta seleksi didiskualifikasi. Harus hati-hati! Makanya ada tahapan verifikasi oleh sekolah dan siswa. Sistem juga dibangun cukup ketat, sehingga diharapkan menjadi jalan keluar terbaik,” ungkap Bambang.

Ia pun mengingatkan, karena sistem online diakses oleh peserta dari seluruh Indonesia, calon mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri sejak dini. “Agar tidak terjadi penumpukan akses online di detik-detik terakhir,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu menurut Didin Wahidin, pemerintah akan menyalurkan beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa tidak mampu. “Syaratnya harus terpenuhi, disurvei, berkasnya diverifikasi secara ketat, bila ada manipulasi pasti akan diambil tindakan yang tepat. Panitia sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi salah sasaran dalam penerimaan Bidikmisi. Sudah ada beberapa yang didiskualifikasi sebab melakukan kecurangan,” ujarnya. (gpk-hz/editor/HKLI))