Home » Berita

Mengurai Bottleneck Permasalahan Mutu Prodi: Penyamaan Persepsi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi bagi Fasilitator Wilayah

08/03/2016

Jakarta – Belmawa.   Masih dalam rangka persiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis untuk program studi, Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Kemenristekdikti mengadakan FGD  “Penyamaan Persepsi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi bagi Fasilitator Wilayah” untuk wilayah barat. Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta tanggal 7-8 Maret 2016    Acara ini dihadiri Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi; para Kasubdit; dan Kasi di lingkungan Direktorat Penjaminan Mutu.  

Kegiatan dengan agenda utama paparan dan diskusi  fasilitator pusat dan wilayah barat dilaksanakan   kepada 1.800 prodi pada tahun 2016.  Acara ini dihadiri 51 fasilitator wilayah barat  yang nantinya akan diterjunkan dalam bimtek di lapangan.

Acara diawali dengan laporan ketua panitia, Kasubdit. Pengembangan Sistem Mutu, Syahrul Aminullah dan dilanjutkan dengan pembukaan dan arahan oleh Direktur Penjaminan Mutu. Dalam arahannya, Aris Junaidi mengulangi lagi pernyataan sebelumnya di Kuta- Bali tentang pentingnya bagi para fasilitator yang akan terjun dalam bimtek agar mengetahui terlebih dahulu rekomendasi-rekomendasi dari BAN-PT untuk masing-masing prodi yang akan diberi bimtek.

Dalam paparannya, Aris Junaidi menayangkan peta prodi yang akan di-bimtek yaitu prodi yang terakreditasi C+ dan B+ sesuai dengan hasil analisa data dari BAN-PT. Guru Besar FKH UGM ini  juga menyampaikan bahwa selain persiapan secara teknis, penting pula diketahui bahwa prodi yang akan di-bimtek harus memiliki komitmen untuk melaksanakan SPMI agar target 12.000 prodi unggul pada tahun 2016 dapat tercapai.

Acara dilanjutkan berturut-turut paparan “Kebijakan SPM Dikti, SPMI, dan SPME” dari Fasilitator SPMI Pusat antara lain Lilik Soetiarso dari Universitas Gadjah Mada, Bambang Suryatmono dari Universitas Parahyangan, Moses L. Singgih dari Institut Teknologi 10 Nopember, Tirza Hanum dari Universitas Lampung, dan  Tiwi dari Universitas Borneo Tarakan dengan moderator Kasubdit Uji Kompetensi Lulusan. Dengan acara ini diharapkan derap langkah para fasilitator pada Bimtek Prodi tahun 2016 dalam rangka mengurai bottleneck permasalahan program prodi bisa lebih baik dan selaras dengan standar-standar dan peraturan-peraturan yang baru. (hz/penjamu/editor/HKLI))