Home » Berita

Poltek Kesehatan Mataram Maju Mandiri

04/03/2016

Mataram-Belmawa. Poltek Kesehatan Mataram terus aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikannya agar lulusannya bermutu dan berdaya saing tinggi. Pada 26-28 Februari 2016, dilakukan workshop Peninjauan Kurikulum D-3 dan D-4 Prodi Kebidanan, Keperawatan, Gizi dan Analis Kesehatan yang dibuka oleh Pembantu Direktur I. Worshop menghadirkan nara sumber Pusdiklatnakes Badan PPSDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Yuyun Yuningsih dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Hendra Suryanto. Peserta wokshop berjumlah 53 orang, terdiri dari para dosen dan jajaran manajemen Poltekes Mataram, Organisasi Profesi, Alumni Poltekkes Kemenkes Mataram, Users, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan stakeholdres lain.

Trend issue di wilayah Kota Mataram khususnya dan wilayah Nusa Tenggara Barat umumnya sangat berbeda dengan di daerah lain, sehingga masukan sebagai penciri di Kota Mataram/Nusa Tenggara Barat harus segera disusun sebagai masukan dalam penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mataram. Oleh karena itu perlu diselenggarakan workshop telaah kurikulum Diploma III dan Diploma IV bidang keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan sesuai tuntutan masyarakat dengan harapan dapat menjamin kualitas lulusan yang mampu berkompetisi secara global.

Tujuan workshop yaitu meningkatkan pemahaman setiap peserta dalam penyusunan kurikulum inti dan kurikulum institusi. Kemudian, mengidentifikasi dan mensosialisasikan kurikulum inti dan kurikulum institusi yang cocok untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional yang memiliki ketrampilan khusus/spesifik, serta mengidentifikasi kompetensi unggulan penciri masing-masing jurusan/program studi sesuai karakter perguruan tinggi di wilayah Mataram/Nusa Tenggara Barat (peka budaya/trend issue kesehatan di wilayah Mataram/Nusa Tenggara Barat). Sedangkan output yang hendak dicapai yaitu terbentuk dan tersosialisasi kurikulum inti dan kurikulum institusi pada masing-masing program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Mataram dan terbentuknya kompetensi unggulan penciri masing-masing jurusan/program studi sesuai karakter perguruan tinggi di wilayah Mataram/Nusa Tenggara Barat.

Perkembangan iptek dan globalisasi dunia berdampak secara langsung terhadap sistem pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, sehingga tuntutan terhadap pelayanan yang diberikan semakin meningkat, baik di tatanan klinik maupun di komunitas. Mutu pelayanan kesehatan harus terjamin aman, tidak beresiko dan dapat memberikan kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan.

Tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Masalah-masalah kesehatan semakin kompleks, perkembangan iptek kesehatan dalam bidang keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan semakin canggih. Persyaratan dunia kerja semakin menuntut tenaga perawat, bidan, ahli gizi dan analis kesehatan yang kompeten sehingga dunia pendidikan kesehatan di bidang keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan sebagai pendidikan vokasi juga harus mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk mampu berkompetisi baik nasional maupun global.

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mataram, merupakan salah satu dari 34 Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan di  lingkungan Kementerian Kesehatan yang tersebar di seluruh Provinsi Indonesia. Program studinya yaitu keperawatan, kebidanan, gizi dan analis kesehatan. Perubahan dan peningkatan mutu kurikulumnya mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Diharapkan menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional yang memiliki ketrampilan khusus/spesifik, untuk itu kurikulum harus memuat kurikulum inti maksimal 80% dan kurikulum institusi minimal 20%, dengan perbandingan teori dan praktik 40:60. Kurikulum yang dikembangkan terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional. Hal ini sesuai dengan Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan Kepmendiknas No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

Kini, 20% jumlah Poltekkes di bawah naungan Kemenkes dan 80% swasta. Kemitraan Kemenkes dan Kemenristekdikti perlu terus ditingkatkan untuk peningkatan mutu Poltekkes di Indonesia. Kebijakan yang dibuat harus saling memperkuat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi khususnya Poltekkes. Para lulusannya semakin berkualitas, berdaya kompetitif tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan daerah, nasional dan dunia. Poltekkes Mataram berjuang tiada henti untuk maju berkembang dan mandiri. (HS/Editor/HKLI))