Home » Berita

Sanctioning Standar Nasional Pendidikan Kedokteran

03/03/2016

Jakarta-Belmawa. Standar Nasional Pendidikan Kedokteran (SNPK) yang merupakan amanah dari UU No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran sebentar lagi akan lahir dalam bentuk Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, setelah pekan lalu, diadakan sanctioning dihadapan para pakar dan praktisi dibidang kedokteran serta pejabat dibagian hukum baik dari Kemenristekdikti maupun Kemendikbud pada Jumat, 26 Februari 2016 di Hotel Century, Jakarta.

Acara dibuka sekaligus dikawal oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad dan dimoderatori oleh Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi. Intan Ahmad dalam memberikan overview Perkembangan Penyusunan RPP Pelaksanaan UU No 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran mengatakan:” Saya masih melihat minimnya keterlibatan stakeholder dalam penyusunan ini, seperti terlihat dalam perkembangan dari tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2015”. Lebih lanjut, Guru Besar ITB ini menambahkan bahwa akhir tahun 2014, ada masa restrukturisasi di Kementerian kita sehingga pembahasannya menjadi terhambat. Disepakati 3 (tiga) RPP menjadi satu, dintegrasikan menjadi RPP Pelaksanaan UU No 20/2013.

 Selain dihadiri para pakar dan tim perumus SNPK, acara juga dihadiri oleh para Kasubdit di lingkungan Penjaminan Mutu yaitu: Retno R Sunarni, Kasubdit Kompetensi Lulusan, Syahrul Aminullah, Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu, dan Antari W Mawarti, Kasubdit Penguatan Mutu, serta Akhmad Syarwani Kabag Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi.

Selama acara berlangsung, pasal per pasal dipaparkan dan dibedah, bahkan langsung dikoreksi  baik oleh pejabat dibidang hukum maupun para pakar yang hadir. Pada kesempatan ini, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan juga aktif memberikan masukan dan koreksi ketika dilakukan pembedahan pasal per pasal draf Permen SNPK ini.

Akhirnya, masukan tentang isi seluruh draf Permen SNPK pasal per pasal bisa diselesaikan dan disepakati teks finalnya yang  selanjutnya akan ditata kembali oleh Tim kecil dan sekaligus  menggabungkan  Lampiran Draf Permen SNPK menjadi satu kesatuan dalam Draf Permen SNPK. (hz-rrs/penjamu/editor/HKLI))