Home » Berita

Seminar Kerjasama Asia Europe Meeting (ASEM)

01/03/2016

Solo – Belmawa. ASEM Education Secretariat Jakarta telah banyak melakukan inisiasi dan sosialisasi beberapa program pengembangan pada 3 pilar prioritas, yaitu: Politik, Ekonomi dan Sosio-kultur dan Pendidikan sejak diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 1 Oktober 2013 . ASEM sendiri beranggotakan 30 negara Eropa: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovenia, Slovakia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris, serta 21 negara Asia: Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sekretariat ASEM Indonesia telah menyelenggarakan Seminar Kerjasama ASEM bidang Pendidikan, di Solo pada 19 Februari 2016. Acara ini dilakukan dalam rangka mempromosikan dan mensosialisasikan program kerjasama luar negeri bidang pendidikan dan program beasiswa yang dimiliki oleh stakeholder ASEM. Seminar diikuti oleh beberapa perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah Solo dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktorat Pembelajaran, Ditjen Belmawa yang diwakili oleh Kepala Seksi Rekognisi Pembelajaran Lampau, Alam Nasrah Ikhlas, diundang sebagai Keynote Speaker dalam seminar yang dihadiri oleh lebih kurang 100 orang peserta tersebut. Dalam sesi khusus diskusi panel dengan tema Implementasi Kurikulum bersama (Joint Curriculum) dan peningkatan mobilitas dalam kerangka kerjasama pendidikan ASEM, Alam Nasrah menjelaskan bahwa sebagai salah satu dari 4 prioritas bidang pendidikan ASEM, ASEM balanced mobility akan segera diimplementasikan melalui skema pilot project ASEM Joint Curriculum Development pada bidang Tourism dan Hospitality (Pariwisata dan Perhotelan). Saat ini, kerjasama Joint Curriculum akan dilaksanakan antara perguruan tinggi Jerman dan Indonesia sebagai program awal untuk kemudian dikembangkan lebih luas dengan melibatkan beberapa negara di kawasan Asia dan Eropa lainnya seperti Belgia, Brunei Darussalam dan Lithuania.

Disamping itu, Alam Nasrah juga menjelaskan tentang strategi peningkatan mobilitas mahasiswa Indonesia di kawasan Asia, Eropa, Amerika dan dalam negeri melalui skema program transfer kredit Asean International Mobility for Students (AIMS), ASEAN Credit Transfer, ASEAN + 3, ASEM Transfer Kredit, Indonesia-Amerika Transfer Kredit dan Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara (PERMATA). Hal ini sesuai dengan rencana strategis Kemristekdikti tahun 2016 yang akan melaksanakan program transfer kredit untuk 1500 orang mahasiswa.

Seminar kemudian ditutup dengan sosilisasi dan diskusi program beasiswa LPDP sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan global yang makin ketat pada semua aspek. (AN/Dibela/editor/HKLI).