Home » Berita

Derap Langkah Bimtek Prodi: Penyamaan Persepsi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi bagi Fasilitator Wilayah

29/02/2016

Bali – Belmawa. Direktur Penjaminan Mutu, Aris Junaidi membuka sekaligus memberikan paparan visi, misi, Renstra, dan kegiatan-kegiatan di Direktorat Penjaminan Mutu Kemristekdikti tahun 2016 pada acara “Penyamaan Persepsi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi bagi Fasilitator Wilayah” di Kuta-Bali pada Senin, 29 Februari 2016. Selain Aris Junaidi, hadir pula para Kasubdit dan Kasi di lingkungan Direktorat Penjaminan Mutu.  Kegiatan dengan agenda utama paparan dan diskusi  fasilitator pusat dan wilayah ini dilaksanakan dalam rangka persiapan program Bimbingan Teknis (bimtek) yang akan diberikan kepada 1.800 prodi pada tahun 2016.   Acara dihadiri 53 peserta, terdiri dari 40 orang lulusan Pelatihan Calon Pelatih (Training of Trainers/ToT) SPMI tahun 2015 dan sisanya dari fasilitator perguruan tinggi terakreditasi A.

Acara diawali dengan laporan ketua panitia, Kasubdit. Pengembangan Sistem Mutu, Syahrul Aminullah dan dilanjutkan dengan pembukaan dan arahan oleh Direktur Penjaminan Mutu. Dalam arahannya, Aris Junaidi menyampaikan pentingnya bagi para fasilitator yang akan terjun dalam bimtek agar mengetahui terlebih dahulu rekomendasi-rekomendasi dari BAN-PT untuk masing-masing prodi yang akan diberi bimtek. Aris melanjutkan bahwa selain persiapan secara teknis, penting pula diketahui bahwa prodi yang akan di-bimtek harus memiliki komitmen untuk melaksanakan SPMI agar target 12.000 prodi unggul pada tahun 2016 dapat tercapai.

“Direktorat Penjaminan Mutu akan bekerjasama lintas ditjen yaitu, Ditjen Kelembagaan dan Ditjen SDM dalam rangka mencapai target unggul,” papar Aris Junaidi. Disamping berkerjasama lintas ditjen, dikatakan juga bahwa untuk mencapai target prodi unggul, Direktorat Penjaminan Mutu akan bekerja sama dengan BAN-PT dan PD Dikti.

Penyamaan Persepsi, Penjamu 29022016Di akhir paparan, Aris Junaidi memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertanya. Dari beberapa pertanyaan, rata-rata peserta PTS mengeluhkan kesulitan-kesulitan dalam menerapkan SPMI di perguruan tinggi mereka karena terkendala sumber daya manusia dan dana yang diatur oleh yayasan.

Acara dilanjutkan dengan paparan “Kebijakan SPM Dikti, SPMI, dan SPME” dari Fasilitator SPMI Pusat antara lain Nyoman Sadra Dharmawan dari Universitas Udayana, JP Gentur Sutapa dan Hartanto Nugroho dari UGM dengan moderator Kasubdit Uji Kompetensi Lulusan, Retno R. Sunarni. Dengan acara ini diharapkan derap langkah para fasilitator pada Bimtek Prodi tahun 2016 bisa lebih baik dan selaras dengan standar-standar dan peraturan-peraturan yang baru. (hz/penjamu/editor/Mega)