Home » Berita

Sosialisasi SNMPTN 2016 Di Kalimantan Utara Berjalan Lancar

26/02/2016

Tarakan – Belmawa. Kalimantan Utara merupakan propinsi baru di Indonesia. Letaknya sangat strategis bagi Indonesia dari segi ekonomi, politik, budaya, dan pertahanan keamanan. Kalimantan Utara terletak di perbatasan utara Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei. Untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di perbatasan, pemerintah mendukung peran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Borneo Tarakan sebagai ujung tombak. Selain perbatasan, sebagian besar daerah di Kalimantan Utara masih tergolong daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Tidak heran, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan sosialisasi bersama dengan Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Panitia Lokal 78 SNMPTN Universitas Borneo Tarakan. Acara sosialisasi dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan Lantai 4, 25 Februari 2016. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., Sekretaris Direktorat Jenderal Belmawa Kemenristekdikti; Prof. Dr. Yoni, Pokja SNMPTN sekaligus Wakil Rektor I Institut Pertanian Bogor. Acara ini diikuti oleh 350 peserta dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta.

Sutrisna Wibawa menjelaskan bahwa SNMPTN dilakukan dengan dua cara, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN). “SNMPTN seleksinya dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi lain siswa. Hal itu diharapkan dapat menjadi seleksi yang baik untuk mendapatkan mahasiswa baru berdasarkan prestasi yang dimilikinya,” ujar Pak Tris, panggilan Sutrisna Wibawa. Pak Tris menambahkan bahwa melalui Universitas Borneo Tarakan yang masuk daerah 3 T, pemerintah akan menyalurkan beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa tidak mampu. “Syaratnya harus terpenuhi, disurvei, berkasnya diverifikasi secara ketat, bila ada manipulasi pasti akan diambil tindakan yang tepat. Panitia sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi salah sasaran dalam penerimaan Bidikmisi. Sudah ada beberapa yang didiskualifikasi sebab melakukan kecurangan,” terang Pak Tris. Pak Tris menegaskan, masyarakat dan anak-anak Indonesia yang mampu harus melanjutkan ke pendidikan tinggi. Mereka diharapkan tidak khawatir karena biaya kuliah ditanggung negara. Pemerintah sangat peduli dengan keberadaan anak-anak di Tarakan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, Berau dan sekitarnya. “Anak-anak harus semangat kuliah. Jangan khawatir. Kita harus bangun perbatasan melalui pendidikan,” ungkap Pak Tris yang juga dosen Universitas Negeri Yogyakarta.

Menurut Yoni, sebagian besar tahapan SNMPTN dan SBMPTN menggunakan sistem online. “Hal itu bertujuan untuk membangun trust (kepercayaan, redaksi) kepada pengelola sekolah dan siswa dalam menjalani seluruh tahapan,” jelas Yoni. Kesalahan memasukkan data sekolah dan siswa sengaja atau tidak sengaja, dapat menimbulkan persoalan dalam proses seleksi. “Bahkan yang paling parah, kesalahan dapat menyebabkan peserta seleksi didiskualifikasi. Harus hati-hati! Makanya ada tahapan verifikasi oleh sekolah dan siswa. Sistem juga dibangun cukup ketat. Sehingga diharapkan menjadi jalan keluar terbaik,” ungkap Pak Yoni. Ia pun mengingatkan, karena sistem online diakses oleh peserta dari seluruh Indonesia, calon mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri sejak dini. “Agar tidak terjadi penumpukan akses online di detik-detik terakhir,” ujar Pak Yoni mengingatkan.

                Sementara itu, Rektor UBT Dr. Bambang Widigdo menyampaikan agar masyarakat luas memanfaatkan kuota mahasiswa baru di UBT. UBT memiliki tujuh fakultas yakni Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Beberapa Prodi yang tersedia ialah Agroteknologi, Agribisnis, Budi Daya Perikanan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Pendidikan Biologi, pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling. Selain itu, terdapat juga prodi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Ilmu Hukum. “Kami membuka diri 24 jam untuk melayani masyarakat perbatasan, termasuk yang dari pedalaman yang tidak ada listrik dan internet. Silakan datang ke kampus, staf kami akan membantu dan melayani proses pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN dengan baik,” jelas Rektor UBT Dr. Bambang Widigdo. Semua proses tahapan, waktu pendaftaran, semua tercantum di web SNMPTN atau laman UBT.

                Acara sosialisasi berjalan semarak dan interaktif. Narasumber menyampaikan banyak materi, sedangkan peserta antusias menyambut dan menyimak penjelasan narasumber. Bahkan, saat dibuka sesi tanya jawab, peserta berebut untuk bertanya. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari berbagai program studi.

(M. Thobroni, UBT/editor: L4)