Home » Berita

Talk Show Diseminasi SNMPTN Dan Bidikmisi di TVRI Kalimantan Barat

23/02/2016

Pontianak – Belmawa.  Acara talk show Direktorat Kemahasiswaan Ditjen. Belmawa Kemristekdikti sebagai bagian dari diseminasi SNMPTN dan Bidikmisi 2016 telah berlangsung di TVRI Kalimantan Barat pada tanggal 20 Februari 2016. Dengan tema “Sosialisasi Program SNMPTN dan BIDIKMISI tahun 2016”, acara yang menghadirkan Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin bersama Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rohmat Wahab sekaligus Ketua Umum panitia pelaksana SNMPTN dan Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dihadiri para mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Palangkaraya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kemahasiswaan berbicara tentang Bidikmisi yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi namun berprestasi akademik baik, menempuh pendidikan program sarjana sampai selesai dan tepat waktu. Selain itu, Doktor Lulusan UPI Bandung ini menambahkan bahwa pemberian Bidikmisi juga dalam rangka meningkatkan prestasi yang kompetitif, melahirkan lulusan yang mandiri, produktif serta berkepedulian sosial, sekaligus juga berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan para peserta didik Bidikmisi dapat berkompetisi dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asia. Karena itu, ungkap Didin, “Kita mencoba menarik anak-anak terbaik bangsa, dan yang terpenting mampu meningkatkan kualitas dirinya. Nanti kita lihat angka Partisipasi Kasar (APK) kita tergolong relative rendah atau naik dibanding negara lain.”
Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN, Rohmat Wahab menjelaskan informasi penerimaan SNMPTN terbuka secara luas agar masyarakat diberi kesempatan untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga sarjana, dengan misi utama mencerdaskan kehidupan bangsa dan menuju peningkatan daya saing bangsa. Rektor UNY ini menambahkan ,”Mensejahterakan masyarakat yang berkeadilan, sehingga tidak boleh lagi ada warga yang tidak mendapat akses ke perguruan tinggi. Oleh sebab itu bila ada mahasiswa yg memiliki potensi yang bagus namun kurang mampu secara ekonomi maka kita dorong mereka melalui bantuan Bidikmisi”.
Di sela talk show, ada dialog langsung dengan perwakilan mahasiswa. Syamsul Bahri, mahasiswa Universitas Palangkaraya angkatan 2012 ini mempertanyakan keterlambatan uang saku Bidikmisi yang terkadang telat diterima, apa faktor penyebabnya? Pertanyaan tersebut langsung dijawab Didin Wahidin selaku penanggung jawab Bidikmisi. Ada beberapa sebab kenapa bisa terlambat, diantaranya adalah proses laporan penanggungjawab pengelola Bidikmisi dari Perguruan Tinggi telat mengirim laporannya ke Pokja. Kemudian uang yang ada di bank penerima Bidikmisi langsung ditarik semua dengan saldo nol sehingga pihak bank menutup rekening tersebut. Ketika ditransfer, dana Bidikmisi, uang kembali dengan alasan rekening tidak tersedia”. Ke depan, pencairan akan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali”, demikian Didin menambahkan.
Rektor Univeristas Palangkaraya (UP) mengatakan bahwa ada unit pengelola Bidikmisi di kampus UP, yaitu Unit Community Development (UCD) yang membina para mahasiswa penerima Bidikmisi. Mereka dibina, menjadi sarjana plus, seperti pendidkan karakter, pengembangan kreatifitas dan entrepreneurship bagi usaha UKM/Mikro.
Ketika dimintai pendapat tentang animo masyarakat Kalimantan Barat terkait program SNMPTN dan Bidikmisi, Rektor Universitas Tanjungpura menjelaskan “Respon masyarakat Kalimantan Barat manakala diberi kesempatan kuliah sangat antusias sehingga setiap tahun animo masyarakat untuk mengikuti program SNMPTN dan Bidikmisi sangat tinggi. Menanggapi pertanyaan mahasiswa tentang banyaknya sarjana yang menganggur, apalagi dari kelompok masyarakat miskin, Thamrin Usman menanggapinya dengan tenang, “Adik-adik harus yakin, bahwa orang yang menuntut ilmu itu akan dinaikan derajatnya oleh Allah SWT. Jadi kalian harus berusaha membuktikan kompetensi, kreatifitas dan potensi yang ada. InsyaAllah akan ada jalannya. Yang penting lagi kalian sudah ada akses untuk kuliah di PTN ini, manfaatkan dengan baik. Meskipun uang terbatas, harus disesuaikan dengan dana yang ada. Bikin penyesuaian. Jangan minder. Ini karunia dari Allah SWT buat kalian”.
Acara talkshow yang dipandu oleh Khusnul Khotimah dari TVRI Kalimantan Barat ini diharapkan dapat menjadi sebaran informasi kepada masyarakat sekaligus tumpuan masyarakat Kalimantan Barat. (IYP/editor/abds)