Home » Berita

Kartu Jakarta Pintar Ingin Meminang Perguruan Tinggi

19/02/2016

Dirjen Belmawa, Intan Ahmad menerima audiensi dari Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta (Kamis, 18/02/2016). Dalam audiensi yang berlangsung singkat namun efektif ini, Kepala UPT P60 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menyampaikan ingin melakukan kerjasama dengan Kemristekdikti terkait program Kartu Jakarta Pintar (KJP). KJP adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

“Tahun ini sebanyak 3.500 penerima on-going KJP, yaitu siswa kelas 12 di Provinsi DKI Jakarta akan menempuh jalur lanjutan ke jenjang pendidikan tinggi. Jadi, Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta perlu pencerahan dari Kemristekdikti agar mereka bisa ditampung di perguruan tinggi”, ungkap Nahdiana. Fiona Handayani, Staf Gubernur DKI Jakarta Bidang Pendidikan menambahkan, sebagai piloting-nya penerima KJP diproyeksikan untuk mengambil kuliah di Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia melalui jalur SNMPTN/SBMPTN dengan target perolehan IPK minimal 2,5. Namun untuk ke depannya akan dipikirkan solusi bagi mereka yang melalui jalur lainnya, seperti PMDK, UMB/USM, termasuk KJP di Perguruan Tinggi Swasta.

Intan Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta atas program KJP lanjutan ini. “Tidak sedikit lulusan SMA/SMK/sederajat, pintar tetapi tidak ada dana. Intinya dengan pendidikan, tentu dapat memutus rantai kemiskinan. Ini yang penting. ”, ujar Intan.

Terkait dengan program Beasiswa, Ismet Yusputra, Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan menjelaskan program beasiswa Kemristekdikti, diantaranya Bidikmisi, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), dan Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Target KJP hampir serupa dengan Bidikmisi, karena diberikan kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Hingga 2015, sebanyak 46 ribu mahasiswa telah menyelesaikan studinya melalui Bidikmisi. Kuota beasiswa Bidikmisi tahun 2016 adalah 60 ribu mahasiswa. “Perguruan Tinggi menerima jumlah mahasiswa Bidikmisi sebanyak 10% dari total mahasiswa pada tahun sebelumnya”, kata Ismet.

Nahdiana ingin mengetahui lebih lanjut secara teknis pelaksanaan Bidikmisi ini, sehingga alurnya dapat diterapkan bagi penerima KJP. “Baiknya Pemprov DKI Jakarta dapat ber-MoU dengan Kemristekdikti agar program ini dapat segera terlaksana di tahun 2016 ini.”, pungkas Intan. Selanjutnya, secara intens Pemprov DKI Jakarta dapat berkoordinasi dengan Kemristekdikti, termasuk sistem monitoringnya. (Andri/Belmawa. Editor:Abds)