Home » Berita

Program SM-3T Mendukung Persebaran Guru Antar Wilayah

16/02/2016

Bandung – Belmawa.  Persebaran guru yang tidak merata di daerah menjadi salah satu permasalahan dunia pendidikan kita saat ini. Banyak daerah-daerah khususnya daerah terpencil dan terluar yang kekurangan guru. Sementara sebagian besar guru-guru lebih berminat di daerah perkotaan. Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan ini.

Banyak harapan peserta untuk program SM3T ini. Melalui diskusi yang dilakukan tim monitoring dan evaluasi dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, dengan peserta program SM3T, para peserta berharap setelah mereka lulus, pemerintah memberikan jaminan agar mereka diprioritaskan untuk diangkat menjadi PNS. Untuk daerah tertentu seperti Papua dan NTT, Pemerintah Kabupaten di daerah tersebut secara khusus meminta peserta program SM3T yang berasal dari daerah tersebut, untuk kembali dan mengabdi di daerah asalnya yaitu di Papua dan NTT. Pemerintah Kabupaten di dua wilayah tersebut akan memprioritaskan peserta program SM3T yang berasal dari daerah tersebut untuk diangkat menjadi CPNS. Untuk daerah lain, masih diperlukan komitmen dan jaminan dari Pemerintah Daerah untuk merekrut peserta program SM3T. Selain itu peserta program SM3T berharap adanya insentif khusus ketika mereka ditempatkan di daerah pedalaman.

belmawa4bSaat ini program SM3T telah diselenggarakan di beberapa Universitas yang ditunjuk oleh Kementerian Ristekdikti. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung adalah salah satu universitas penyelenggara program SM3T yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti. UPI Bandung telah meluluskan 32 peserta SM3T melalui Ujian Tulis Nasional (UTN). Untuk peserta yang belum lulus ujian tulis nasional, UPI menyelenggarakan Ujian Tulis Nasional (UTN) Ulang ke tiga pada tgl. 10 Februari 2016 di Ruang Pusat ICT (UPI). Peserta UTN Ulang ke tiga diikuti sebanyak 6 orang peserta yang berasal dari Aceh, NTT dan satu orang dari Kabupaten Majalengka yang merupakan peserta PPG SM3T Angkatan I.

Untuk memberikan semangat kepada peserta UTN Ulang, 32 peserta SM3T UPI yang telah lulus UTN datang memberi dukungan kepada peserta UTN Ulang ke tiga. Mereka berharap seluruh peserta SM-3T lulus ujian dan mengabdi di daerah masing-masing. Ketika mereka ditanya mengapa senang menjadi guru di daerah terpencil, ini jawabannya, “Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya” (Pak Harfan dalam Film Laskar Pelangi), sebuah pernyataan yang lugas sekaligus tegas dari pemuda-pemuda harapan bangsa ini. (Henri/Editor)