Home » Berita

Unima Sukses Melaksanakan Uji Tulis Nasional Ulang II PPG/SM3T dan PPGT

02/02/2016

Direktur Pembelajaran, Dr. Paristiyanti Nurwardani beserta jajarannya berkunjung ke Universitas Negeri Manado (Unima) untuk memantau secaralangsung pelaksanaan UTN Ulang II PPG/SM3T dan PPGT di UPT Pusat Komputer, Unima, Tondano, Sulawesi Utara (Sabtu, 30/01/2016).Sekretaris Inspektorat Jenderal, Kemristekdikti, Yusrial Bachtiar,turut hadir memantau langsung pelaksanaan UTN ini. Dalam kunjungannya, tim delegasi Kemristekdikti disambut oleh Rektor Unima, Prof. Dr. H. R. Lumapouw, juga Asdir 1 Akademik PPG, Dr. Tommy Martho Palapa.

Tercatat sebanyak 98 peserta PPG/SM3T Angkatan III Unima telah mengikuti UTN PPG/SM3T dan 74 peserta mengikuti UTN PPGT Prodi PGSD Angkatan I Unima. Untuk penyelenggaraan UTN Ulang II, diikuti sebanyak13 peserta PPG/SM3T dalam mata pelajaran Bahasa Inggrisdan juga 19 peserta PPGT PGSD. Hasil pantauan tim, UTN Ulang II ini berjalan dengan tertib dan lancar. Para peserta pun sangat berharap dapat lulus dengan baik.

Saat kunjungannya, Paris menyempatkan berbincang dengan beberapa pesertaPPG/SM3T dan PPGT Unima. “Kalian semua adalah bibit unggul, putra-putri emas negara. Taklukanlah daerah 3T, jadilah pemimpin di sana. Saya yakin setidaknya kalian mampu menjadi Kepala Dinas Pendidikan di daerah 3T,”pesan Paris.

Beberapa pesertaUTN menyampaikan, mata pelajaran Matematika adalah mata pelajaran tersulit yang diujikan. Mereka mengusulkan penambahan waktu ujian, khusus dalam mata pelajaran tersebut.Di samping itu, mereka juga berharap tahun ini ada perhelatan Silaturahmi Nasional Peserta PPG.

sm3tunimaBeberapa pesertaUTN menyampaikan, mata pelajaran Matematika adalah mata pelajaran tersulit yang diujikan. Mereka mengusulkan penambahan waktu ujian, khusus dalam mata pelajaran tersebut.Di samping itu, mereka juga berharap tahun ini ada perhelatan Silaturahmi Nasional Peserta PPG.

Menurut salah satu peserta putri PPGT PGSD dari wilayah Flores, hal positif yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Unima adalah kebersamaan. “Selama diasramakan, kami jadi belajar banyak dalam hal toleransi,” ujarnya. Hal ini dilandasi dengan beragamnya kelompok budaya (suku, agama, dan ras)peserta yang mengikuti PPG/SM3T dan PPGT di Unisma.

Selain itu, hasil pantauan tim Kemristekdikti ke Asrama Putri, mereka juga ternyata mengembangkan dan menghasilkan produk anyaman tali kur (Macramé) dalam bentuk tas, dompet, dan sebagainya. Produk ini dijual ke masyarakat, hasilnya digunakan sebagai tambahan merekadalam menjalani keseharian selama di asrama. (Andri/Belmawa; edit: febi dan l4)