Home » Berita

Bersama PUPR dan BNSP, Belmawa Menyiapkan Skema Sertifikasi Politeknik Bidang Konstruksi

26/01/2016

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan kemristekdikti dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam menyediakan tenaga-tenaga ahli bidang konstruksi yang bersertifikasi. Kolaborasi ini adalah usaha menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang begitu masif, terutama tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk mewujudkan skema tersebut, diadakan penandatanganan skema sertifikasi untuk politeknik bidang konstruksi antara Dirjen Bina Konstruksi, Yusid Toyib dengan Dirjen BelmawaIntan Ahmad dan Ketua BNSP Sumarna F. Abdurahman, disaksikan oleh Menteri PUPR pada 20 Januari 2016 di Jakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam arahannya, menekankan perlunya kompetensi khususnya bidang konstruksi untuk membangun infrastruktur. “Kita memasuki era kompetisi, dan dalam era kompetisi ini bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi, khususnya di bidang konstruksi. Kita tidak mungkin menahan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Kompetensi harus lebih cepat, lebih murah dan lebih baik. Kalau tidak, kita tidak dapat berkompetensi dengan negara lain.”

Lebih lanjut Doktor lulusan Teknik Sipil dari Colorado State University ini menambahkan, “Jangan lakukan bisnis sebagaimana biasanya tapi perlu terobosan-terobosan, dan ini yang disampaikan Presiden Jokowi pada Kabinet Kerja terkait upaya membangun infrastruktur. Kita perlu mempercepat infrastruktur di perbatasan Kalimantan Barat, Timur dan Utara hingga Nusa Tenggara Timur sampai perbatasan Timor Leste serta perbatasan Papua.” Kita targetkan semua proyek infrastruktur ini dapat dilaksanakan di tahun 2018,” tegas doktor ahli pengairan ini saat mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, dalam sambutannya,Dirjen Belmawa Intan Ahmad mengungkapkan perlunya menyiapkan skema sertifikasi untuk politeknik bidang konstruksi untuk menghasilkan pendidikan politeknik yang luar biasa dengan skilled worker untuk kebutuhan dunia kerja.

Guru Besar Biologi ITB ini melanjutkan, “MEA bukanlah masalah bagi kita karena kita memiliki lulusan bersertifikasi. Ada 4.300 Perguruan Tinggi di Indonesia, dengan jumlah 7 juta mahasiswa, 240 ribu diantaranya adalah mahasiswa politeknik. Kebutuhan lebih banyak lagi. Jangan sampai menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Kita harus menghasilkan tenaga kerja yang baik dari segi kuantitas dan kualitas. Olehnya, sertifikat kompetensi menjadi hal yang paling penting”.

Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, Dirjen Bina Konstruksi Yusid Toyib menjelaskan 21 skema sertifikasi yang akan dipakai sebagai acuan dunia pendidikan dan industri. “Link and match antara kebutuhan Badan Usaha Jasa Konstruksi terhadap tenaga terampil kompeten yang bersumber dari dunia pendidikan, khususnya politeknik telah disusun,” jelasnya.

“Pada Tahun 2016 Asean Economic Community (AEC) akan mulai diterapkan. Setiap negara dalam kawasan ASEAN akan bebas bekerja di negara-negara kawasan ASEAN lainnya. Dan pada tahun 2020 diterapkan WTO dimana lebih dari 130 negara dapat bebas bekerja pada negara lain yang ikut didalamnya. Sehingga untuk menjamin kesetaraan kompetensi maka setiap calon pekerja yang akan melamar pekerjaan diwajibkan memiliki sertifikasi sesuai bidang pekerjaan yang ditekuninya, hal ini   tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian,” jelas Yusid.

Disamping itu, pelaksanaan pekerjaan bangunan gedung merupakan pekerjaan yang erat kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, yaitu setiap tenaga kerja yang bekerja pada jasa konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi.

“Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pun menyebutkan mahasiswa setelah kuliah berhak mendapatkan ijasah dan sertifikat kompetensi untuk memastikan dan memelihara kompetensi kerja tenaga kerja yang bekerja di bidang konstruksi,” terangnya. (AS/Belmawa. Editor: L4)