Home » Berita

Indonesia Membutuhkan Guru Profesional

25/01/2016

Guru idaman anak-anak Indonesia ialah guru yang menjadi contoh (model) bagi anak-anak, guru yang profesional yang mampu mengajar sekaligus mendidik. Guru yang mengabdi tiada henti, tulus, dan ikhlas mendidik peserta didik menjadi anak-anak yang kreatif dan inovatif. Anak-anak menjadi kreatif jika guru memfasilitasi belajar anak secara kreatif pula melalui beragam pendekatan dan metode. Fungsi guru membangun kreativitas dan membangun karakter anak agar berakhlak mulia. Guru demikian menjadi sumber kebahagian dan kemajuan bagi anak-anak didik dan juga dirinya. Makin banyak guru yang profesional, makin cepat maju Indonesia. Kemajuan bangsa sangat tergantung kepada guru.

Demikianinspirasi dan motivasi Farida Fahmalatif,guru SMKNegeri 1 Jambu Semarang., Semarang dalam Seminar Nasional Pendidikan bertajuk PPG Menjawab Tantangan Guru Profesional Masa Depan, di Universitas Negeri Semarang (UNNES), pada Selasa, 19 Januari 2015. Selain Farida Fahmalatif, hadir pula narasumber Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaaan Ditjen Belmawa .

Seminar yang dibuka Wakil Rektor IV UNNES YL. Sukestiyarno ini dihadiri 264 peserta. Mereka adalah dosen dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM3T angkatan III. Program PPG SM3T merupakan bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI) dari Kemenristekdiki yang didukung Perguruan Tinggi di Indonesia. Program PPG menjadi pintu gerbang menghasilkan guru-guru profesional.

Didin Wahidinmenyampaikan tantangan pendidikan Indonesia dalam tatanan global. Baginya, pada abad 21 ini dibutuhkan SDM berketerampilan tinggi dengan ciri bersikap teguh pada keyakinan, memiliki kemampuan beradaptasi (learning how to learn), keterampilan komunikasi, melek media dan teknologi,keterampilan profesional, kemampuan memecahkan masalah, serta kolaborasi dan peduli sesama. Untuk itu, lanjut Didin, mutu pendidikan di Indonesia harus terus ditingkatkan sehingga menghasilkan SDM yang unggul

“Indonesia membutuhkan tenaga-tenaga pendidik profesional agar Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. Semakin banyak guru best practice, semakin maju Indonesia. Maju terus pendidikan Indonesia,” kata Didin.(HS/Belmawa. Editor: L4)