Home » Berita

Arfian Fuadi, Mutiara Salatiga yang Berprestasi Dunia

25/01/2016

Arfian Fuadi, Meski tidak menyandang gelar sarjana, ia mampu menunjukkan prestasinya di tingkat dunia. Sebagai Pendiri D’Tech Innovation Center, ia telah banyak menghasilkan beragam karya disain teknik. Beberapa dari karyanya telah dipesan berbagai belahan dunia. Kebutuhan dunia dan tingkat kompetitif yang tinggi semakin memotivasinya untuk terus melakukan rekaya guna menghasilkan inovasi-inovasi baru sesuai kebutuhan pasar global.

Kesuksesannya bermula ketika mengikuti lomba disain bracket jet engine pesawat terbang yang diselenggarakan General Electric. Saat itu ia berhasil meraih peringkat 1, mengalahkan peserta lainnya dari beberapa negara seperti Amerika, Swedia, dll. Prestasi gemilang diusia muda ini tak lepas dari filosofi hidupnya “Learning never ending”. Berkat prestasinya menjadikan Salatiga sebagai cikal bakal lembah silikon dunia.

Arfian tumbuh dari keluarga biasa, bahkan keluarganya tak mampu untuk membiayai kuliahnya. Namun itu tidak membuatnya tak patah semangat. Ia terus belajar dan pekerja. Soal keberhasilan semua ia serahkan kepada Tuhan. “1% usaha dan selebihnya anugrah Tuhan,” mantapnya.

Kini jerih payah pria lulusan SMKN 7 Semarang menunjukkan hasil. Sembari kuliah, ia tak lupa mengabdikan dirinya ke masyarakat Salatiga dan dunia pendidikan di Indonesia. Melalui D’Tech Innovation Center yang ia dirikan, ia melakukan pembinaan bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan siswa SMK/SLTA dari seluruh Indonesia. Selama 1-2 minggu mereka dilatih sesuai bidang yang ditekuninya, tanpa membayar biaya apapun.

Baginya potensi anak muda Indonesia tidak kalah dari negara lain, tinggal bagaimana kita mengubah pola pikir (mind set) yang lebih baik untuk meraih peluang menjadi sebuah bisnis. “Kita hanya butuh kekuatan ide untuk mampu eksis berbisnis di tingkat dunia. Selanjutnya, bagaimana kita menekuninya. Jantungnya lembah silikon adalah ide, kemudian ditopang kolaborasi dan melakukan eksekusi inovasi,” tegas  Arfi’an Fuadi.

Sebagai wujud nyata, Kemenristekdikti menawarkan beasiswa S-1, meskipun secara finansial yang bersangkutan mampu. Arfi pun menyambut baik tawaran ini. Bukan apa-apa, sebagian rezeki yang diperoleh dari usahanya akan digunakan untuk pengabdian ke dunia pendidikan.

Menurut Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemristekdikti beasiswa akan terus diberikan bahkan jika memungkinkan yang bersangkutan akan diberikan tawaran beasiswa ke luar negeri, sehingga ia terus memperluas jaringan kerjanya dan dapat mengharumkan nama Indonesia.

Berbagi pengalaman, ilmu, dan keterampilannya adalah misi hidupnya. Ia berharap banyak generasi muda Indonesia terus berprestasi dan berkarya, serta upayanya akan memberi efek domino bagi generasi muda Indonesia. “Saya berharap kelak mereka akan terus berprestasi dan membangun pusat-pusat unggulan karya Iptek atau lembah-lembah silikon di Indonesia yang mendunia,” harapnya. (HS/Belmawa. Editor:L4)