Home » Berita

Dirjen Belmawa Hadiri Kegiatan Pembekalan Manajemen Pendidikan Tinggi di Kampus UNY

06/01/2016

Bertempat di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2015, Dirjen Belmawa Prof. Intan Ahmad hadir sebagai narasumber dalam acara Pembekalan tentang Manajemen Pendidikan Tinggi bagi Pejabat Baru di lingkungan UNY. Acara yang dibuka oleh Rektor UNY Prof. Rochmat Wahab, dihadiri Wakil Rektor, Dewan Pertimbangan, Ketua Senat, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Wakil Jurusan, Kepala dan sekretaris Prodi, para dosen dan undangan lainnya, juga berkenan hadir sebagai narasumber adalah Dirjen Risbang Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc., dan Dirjen Sumber Daya Iptekdikti, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.

Dalam sambutannya Rektor UNY mengatakan bahwa pada akhir tahun 2015 ini, UNY telah melakukan pergantian para pejabat di lingkungan UNY, guna menyelaraskan program kerja UNY dengan program kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai langkah awal dan sangat penting adalah dilakukannya pembekalan manajemen pendidikan tinggi untuk para pejabat baru UNY dengan mengundang narasumber dari Kemenristekdikti.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Belmawa Prof. Intan Ahmad menyampaikan bahwa menjadi pemimpin di perguruan tinggi berbeda dengan menjadi pemimpin di lembaga-lembaga pemerintah atau perusahaan swasta. Pemimpin perguruan tinggi di semua level baik Rektor, Dekan, Kepala Jurusan, Kepala Prodi, ataupun unit-unit lainnya, selain memiliki kemampuan manajerial, juga harus memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai academic leaders dalam suatu institusi kolegial dimana interaksi yang terjadi didalamnya adalah interaksi komunitas skolar (Scholar Community). Interaksi yang demikian bercirikan dalam setiap komunikasi yang terjadi, dinamika ide dan informasi berperan sangat besar, saling mempengaruhi, dan menjadi tanggung jawab bersama.

Lebih jauh Prof. Intan Ahmad mengulas bahwa Kebijakan-kebijakan yang menjadi perhatian utama di Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan adalah kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Peningkatan mutu pendidikan tinggi dapat dicapai antara lain dengan penataan kembali kurikulum pendidikan secara nasional, meningkatkan kualitas dosen melalui pendidikan dan pelatihan dosen, serta mengembangkan minat, bakat, dan jiwa kewirausahaan bagi dosen dan mahasiswa. Kebijakan ini, sesuai dengan visi misi Nawa Cita, akan dapat menghasilkan sumberdaya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya mempunyai kompetensi akademik yang baik, tetapi juga mampu berpikir secara kritis, mempunyai empati, moral, dan memiliki pengetahuan yang berguna bagi masyarakat, serta memiliki hasrat memimpin dan mengubah Indonesia bahkan mengubah dunia untuk menjadi lebih baik. Semua ini pada gilirannya tentu akan bermuara pada kemampuan merevolusi karakter bangsa Indonesia menjadi karakter unggul yang akan menjadi senjata utama peningkatan daya saing bangsa, terutama menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016.

Sebagai penutup paparannya Prof. Intan Ahmad mengutip apa yang pernah dikatakan oleh Nelson Mandela tentang pendidikan yaitu,”Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. Dengan pendidikan tinggi yang berkualitas, kita yakin Indonesia akan mengubah dunia. (Agustaman)