Home » Berita

Spada Indonesia Siap Melaju

23/11/2015


SPADA Indonesia atau Sistem Pembelajaran Daring Indonesia.merupakan salah satu program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi. Dengan sistem pembelajaran daring, SPADA Indonesia memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi dapat mengikuti mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui oleh perguruan tinggi tempat mahasiswa tersebut terdaftar.
Menyongsong pembangunan ekonomi digital, SPADA Indonesia merupakan terobosan awal sebagai sarana pertukaran kepakaran nasional di berbagai bidang yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia dari ujung barat pulau Sumatra sampai ujung timur Papua.Jejaring komunikasi digital yang menjadi tulang punggung SPADA Indonesia, memungkinkan para pakar dari berbagai penjuru Indonesia berbagi kepakaran dan berkontribusi aktif membelajarkan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.Dalam perkembangannya, SPADA Indonesia diharapkan menjadi oase ilmu yang dapat dikontribusikan juga bagi kemaslahatan masyarakat pembelajar di seluruh dunia.
SPADA Indonesia dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi seperti kapasitas perguruan tinggi yang terbatas; keterjangkauan PT yang rendah karena sebaran yang kurang merata; masih banyaknyaperguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, masih terkonsentrasinya perguruan tinggi bermutu di pulau Jawa; masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu; dan masih rendahnyajaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu.
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini menawarkan potensi besar untuk menjawab tantangan tersebut di atas.TIK memberikan peluang dilakukannya pendidikan tinggi berjejaring (networked higher education) dan pembelajaran daring (online learning). Atas dasar inilah SPADA Indonesia hadir sebagai salah satu terobosan (breakthrough) Direktorat Pembelajaran, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam meningkatkan tenaga trampil berpendidikan tinggi.
Implementasi SPADA Indonesia, secara umum mengikuti proses sebagai berikut:
1. Perguruan tinggi (PT) menawarkan mata kuliah terbaik untuk diikuti oleh mahasiswa lain dari perguruan tinggi lain. PT yang menawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Penyelenggara. PT yang mahasiswanya mengikuti perkuliahan daring yang ditawarkan disebut dengan Perguruan Tinggi Pengguna.
2. Perguruan Tinggi Penyelenggara dapat bermitra dengan beberapa Perguruan Tinggi Pengguna.
3. Mata kuliah yang ditawarkan PT Penyelenggara, diseleksi dan dipastikan terlebih dahulu kualitasnya oleh tim penjamin mutu (quality assurance team) yang telah ditunjuk oleh Direktorat Pembelajaran.
4. Mata kuliah yang telah lolos uji kelayakan dari tim penjamin mutu dapat langsung ditawarkan kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi Pengguna untuk selanjutnya dilaksanakan proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
5. Proses pembelajaran mata kuliah daring yang ditawarkan dapat dilakukan melalui learning management system (LMS) SPADA Indonesia atau melalui LMS Perguruan Tinggi Penyelenggara.
6. Proses pembelajaran didata, dipantau dan dievaluasi melalui sistem aggregator SPADA Indonesia. Oleh karena itu, untuk mata kuliah daring yang berjalan dalam aplikasi LMS Perguruan Tinggi Pengguna harus menyediakan webservice yang terhubung ke aggregator SPADA Indonesia.
7. Data SPADA Indonesia terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), sehingga segala sesuatunya baik dari sisi Perguruan Tinggi Penyelenggara maupun Perguruan Tinggi Pengguna harus sudah terdaftar di PD Dikti.
Sebagai inisiasi, SPADA Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Penyelenggara yaitu, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bina Nusantara, AMIKOM, Universitas Pelita Harapan, Universitas Telkom, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Selanjutnya, SPADA Indonesia terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk berpartisipasi.

Sampai saat ini, SPADA Indonesia telah menyediakan Materi terbuka dalam berbagai jenis dan format media; 25 mata kuliah terbuka, dan 98 mata kuliah daring. Mata kuliah daring sedang diselenggarakan oleh 9 perguruan tinggi penyelenggara dan 85 perguruan tinggi mitra dan diikuti oleh 5.627 mahasiswa secara keseluruhan.