Home » Berita

Pemerintah Merangkul LPTK dalam membina Calon Pendidik Profesional

22/11/2015

 

Usaha perguruan tinggi di Indonesia untuk membina lulusan sarjana sebagai pendidik semakin digalakkan oleh Kemenristekdikti RI. Setelah sebelumnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dikelola oleh Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, kini LPTK pindah kamar di Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). LPTK adalah lembaga yang berwenang untuk mengelola Program Pendidikan Guru (PPG)

Dalam ikhtiar penguatan pembelajaran dan kemahasiswaan, Ditjen Belmawa mempunyai misi meningkatkan jumlah lembaga penyelanggara akademik dari 17 menjadi 46LPTK mulai di tahun 2016. ‘Selain itu, kebijakan kemenristekdikti berfokus pada kajian komprehensif tentang LPTK bermutu dan mengendalikan pertumbuhannya. Kehadirannya pun akan diperkuat dengan Landasan hukum serta filosofi tentang LPTK yang bermutu, “ terang Prof. Sutrisna Wibawa, Sekdirjen Belmawa.

“Baru kali ini LPTK diundang duduk bersama dengan pemerintah. Saya meraba adanya kemajuan dalam usaha kita meningkatkan mutu pendidikan, “ ungkap Toto … kepada juru warta di Batam (18/11/2015)

Prof. Dr. Djaali, Ketua Asosiasi LPTK Negeri Indonesia pun menyambut baik program pemerintah ini. Ia mendukung usaha meningkatkan mutu pendidikan berfokus pada guru sebagai solusi untuk Indonesia.

“Pasalnya, salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia bersumber pada kurangnya persiapan dalam pembentukan karakter guru. Hal ini ditengarai adanya kesalahan paradigma bahwa guru itu sekedar pengajar, padahal nyatanya tugas guru adalah mengawal proses interaksi edukatif di sekolah,” ungkap Djaali. Menurutnya, guru berjiwa pendidik adalah guru yang mewakafkan dirinya untuk pendidikan

Menurutnya, guru juga berperan untuk memberikan contoh akhlak mulia, aktif memotivasi siswa belajar, dan mengamalkan nilai-nilai agama dan etika. Untuk itu LPTK diperlukan dalam membina guru selama jabatan dan membantu Kemendikbud dalam membina guru berkelanjutan dalam Program Pendidikan Guru (PPG).

Masih Djaali, “PPG wajib menghasilkan guru berkarakter dan berjiwa pendidik.,”

Kendati demikian, setumpuk permasalahan guru di Indonesia serta disparita kualitas LPTK di Indonesia masih perlu dihadapi bersama. Untuk itu, demi lebih memberdayakan Lembaga yang tumbuh karena tujuan mulia ini, pemerintah kemudian mengundang universitas-universitas pengelola LPTK untuk merevitalisasi lembaga ini di Batam (18/11/2015).

Forum diskusi ini menjadi ruang srawung para pimpinan universitas, Asosiasi LPTK Indonesia dan Kemenristekdikti RI untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kelembagaan yang efektif di LPTK sehingga dapat membina calon guru profesional.

Dalam Forum Diskusi di Batam, butir-butir revitalisasi LPTK pun menjadi kesepakatan bersama, yaitu revitalisasi rekruitmen, revitalisasi kurikulum, dan finalisasi Standar Nasional Pendidikan Guru (SNPG). Selain itu, Penyempurnaan program PPG dan proses kembalinya pengelolaan program SM3T ke kemenristek menjadi misi selanjutnya dalam peningkatan mutu guru di Indonesia.

“Dalam LPTK, Model PPG Model PPG ini akan dikelola dengan sistem seleksi dan pembinaan serupa dengan pendidikan untuk profesi tenaga kesehatan. Selain itu PPG akan dibagi menjadi tiga skema, yaitu Model PPG Reguler, PPG untuk wilayah 3T ( bagi calon guru yang mengabdi setelah lulus program SM3T) dan model PPG untuk wilayah non-3T (bagi calon guru yang lolos PPG sebelum mengabdi ke daerah),” terang Sutrisna Wibawa.

Ini menandakan profesi guru menjadi profesi terkualifikasi setara dengan profesi tenaga kesehatan. “karena memposisikan guru sebagai jabatan profesi (setelah lolos PPG) adalah Kebijakan untuk memuliakan guru,” ungkap Paristiyanti Nurwardhani, Direktur Pembelajaran Dirjen Belmawa.