Bidikmisi di Universitas Brawijaya

Bidikmisi di Univmenristekdikti-serahkan-bantuan-bidikmisi-di-ubersitas Brawijaya

Salah satu upaya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ((Menristekdikti)) Republik Indonesia, M. Nasir, untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui jalur dunia pendidikan. Diantara beberapa program riilnya adalah dengan program Bidikmisi dan beasiswa afirmasi yang diberikan kepada para mahasiswa di Indonesia.

Bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang ini dihadiri mahasiswa penerima, para Orang Tua dan sejumlah Dosen dari berbagai PTN dan PTS, Selasa (10/11). M. Nasir memberikan secara simbolis kepada para penerima bantuan Bidikmisi

Dari 35 perguruan tinggi yang menerima, sebanyak 500 mahasiswa berasal dari Universitas Brawijaya, 25 mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November, 25 mahasiswa dari Universitas Airlangga Surabaya, dan beberapa dari universitas lain. Bantuan ini (beasiswa Bidikmisi dan afirmasi) diberikan kepada mahasiswa yang mempunyai potensi di atas rata-rata namun dari sisi ekonomi kurang mampu. Dengan program ini diharapkan ada pemerataan pendidikan yang berkeadilan, “Keterbatasan fasilitas, hendaknya jangan dijadikan kendala dalam menempuh pendidikan, tapi jadikanlah sebagai motivasi kuat untuk meraih cita-cita,” imbaunya

Setelah menyerahkan bantuan secara simbolis di Universitas Brawijaya Malang, M. Nasir, juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu mahasiswi penerima beasiswa Bidikmisi di daerah Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Vidia Mega Ratnasari. Menurut perempuan berjilbab itu, program bantuan tersebut sangatlah membantu. “Saya akan menggunakan bantuan ini sebaik mungkin, dan saya berharap bisa menjadi kebanggaan dari semua pihak, khususnya orang tua saya,” bebernya. (GPK)